Staf Ahli Menteri Agama Ajak Masyarakat Sukabumi Kembali Ber-Alqur’an

Elmitra News – Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama RI, Iswandi Syahputra mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar pedoman yang dibaca, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikannya, saat menghadiri Khatam Akbar dan Launching Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (08/07/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan hanya ajakan “kembali kepada Al-Qur’an”, tetapi juga “kembali ber-Al-Qur’an”, yaitu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak di tengah kehidupan yang terus berkembang.
“Kembali kepada Al-Qur’an berarti menjadikannya sebagai rujukan hidup. Namun, kembali ber-Al-Qur’an berarti menjadikan Al-Qur’an sebagai napas kehidupan, sumber inspirasi, sumber ilmu pengetahuan, sumber akhlak, sekaligus pedoman dalam kehidupan sosial, budaya, dan bermasyarakat,” ungkapnya.
Iswandi menilai, tantangan kehidupan modern menuntut umat Islam tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungannya serta mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, Al-Qur’an akan benar-benar hadir sebagai petunjuk dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Pentingnya membangun budaya literasi Al-Qur’an sejak dini, dari keluarga, lembaga pendidikan, masjid, majelis taklim, hingga pemerintah memiliki tanggung jawab bersama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an agar lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” jelasnya.
Kemenag RI mengapresiasi penyelenggaraan Khatam Akbar yang dinilai menjadi media syiar Islam sekaligus momentum menguatkan semangat masyarakat dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan peluncuran Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap mushaf Al-Qur’an hingga ke berbagai pelosok Kabupaten Sukabumi.
“Khatam Akbar dan Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Ketika Al-Qur’an menjadi bagian dari keseharian, insyaallah akan lahir masyarakat yang religius, damai, dan berakhlak mulia,” imbuhnya.
Melalui momentum tersebut, Iswandi berharap semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat Sukabumi. Ia meyakini bahwa membumikan Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan memperbanyak mushaf atau menggelar khataman, tetapi juga dengan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan keluarga, pendidikan, pelayanan publik, hingga pembangunan masyarakat.
“Dengan demikian, Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya yang membimbing kehidupan umat menuju keberkahan dan kemajuan,” pungkasnya. (darwan)
Sumber : Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi



