Bukti Nyata Peduli Lingkungan, SPPG Dapur KARI AM Baros 1 Hadirkan Dapur Bersih dan IPAL Ramah Ekologi
elmitra news – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur KARI AM Baros 1 terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memenuhi standar pengelolaan lingkungan melalui penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) semi otomatis.
Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan limbah cair hasil operasional dapur tidak mencemari lingkungan dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
PIC Yayasan Gracia Baros 1, Adhitya, S.F, saat diwawancara media elmitra pada Senin (7/7/2026) di Dapur SPPG KARI AM Baros 1, Jalan Baros, menjelaskan bahwa mekanisme IPAL yang digunakan menggabungkan proses manual dan teknologi otomatis.
Dalam keterangannya, limbah cair terlebih dahulu melewati tiga bak (chamber) penyaringan. Chamber pertama berfungsi memisahkan kotoran berukuran besar, chamber kedua mengurai minyak dan lemak, sedangkan chamber ketiga menyaring sisa-sisa partikel yang masih terbawa air.


“Setelah melalui tiga chamber, air limbah dialirkan ke biotank, kemudian masuk ke bak penampung sebelum diproses menggunakan bakteri anaerob dan bakteri aerob. Proses ini bertujuan menghilangkan bau serta meningkatkan kualitas air. Tahap akhir menggunakan sistem filtrasi sehingga air hasil olahan menjadi jernih seperti air bersih,” Kata Adhitya.
Ia menambahkan, indikator keberhasilan pengolahan limbah dilakukan dengan menempatkan ikan di bak penampungan akhir. Jika ikan dapat hidup dengan baik, maka kualitas air dinilai aman dan tidak mencemari lingkungan.
Meski sistem berjalan dengan baik, Adhitya mengakui masih diperlukan perawatan rutin karena IPAL yang digunakan merupakan sistem semi otomatis.
“Setiap hari petugas khusus mengangkat lemak yang mengendap di chamber kedua dan ketiga, sedangkan kotoran berukuran besar seperti sisa sayuran dan potongan daging dibersihkan secara berkala dari chamber pertama. Jadi sampai saat ini tidak ada kendala berarti dalam operasionalnya,” ujarnya.
Selain itu, Yayasan Gracia juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kontraktor penyedia IPAL untuk melakukan perawatan, pemeliharaan, serta uji laboratorium secara berkala guna memastikan kualitas air hasil pengolahan tetap memenuhi standar.


Sementara itu, Kepala satuan pelayan ( Kasatpel ) SPPG Dapur KARI AM Baros 1, Danny Munte, dirinya menegaskan bahwa pengelolaan limbah padat maupun limbah cair menjadi perhatian utama dalam operasional dapur.
“Limbah padat langsung dipisahkan sejak proses produksi maupun dari sisa makanan di sekolah. Sedangkan limbah cair diolah melalui sistem IPAL yang telah kami tingkatkan mengikuti arahan terbaru dari BGN agar sesuai standar nasional,” katanya.
Danny juga menjelaskan, evaluasi kualitas air akan dilakukan secara berkala melalui uji laboratorium sehingga dapat dipastikan air hasil pengolahan tidak mencemari lingkungan dan bahkan berpotensi dimanfaatkan kembali.
Di sisi lain, Dapur SPPG KARI AM Baros 1 juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat Program MBG. Salah satunya dengan melakukan evaluasi menu setiap dua minggu bersama ahli gizi dan pihak sekolah.
“Kami selalu berkoordinasi dengan sekolah untuk mengetahui menu apa yang disukai anak-anak. Selain itu, sisa makanan juga menjadi bahan evaluasi. Kalau makanan yang tersisa cukup banyak, berarti menu tersebut kurang diminati dan akan kami perbaiki. Tujuan kami adalah menyajikan makanan bergizi, berkualitas, dan disukai anak-anak,” ungkap Danny.


Menurutnya, hingga saat ini pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Dapur SPPG Baros 1 berjalan lancar. Tantangan yang masih dihadapi lebih kepada edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang kepada para siswa, yang terus dilakukan oleh tim ahli gizi bersama pihak sekolah.
Dengan penerapan IPAL sesuai standar serta evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas makanan, SPPG Dapur KARI AM Baros 1 menunjukkan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang sehat, aman, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak penerima manfaat.
Reporter : Nandre



