Kembali Catat Prestasi, Kota Sukabumi Raih Realisasi Belanja Tertinggi Se Jabar

Elmitra News – Kota Sukabumi kembali mencatat prestasi menjadi pemerintah daerah yang berhasil meraih peringkat pertama belanja daerah se Jawa Barat. Hal Ini ditunjukkan dengan data yang dikeluarkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat per tanggal 3 Juli 2026 lalu. Dalam catatan tersebut, Kota Sukabumi telah membelanjakan anggaran sebesar 51,59% dari pagu/anggaran sebesar 1.195,78M.
“Ini tentu hasil kinerja yang menggembirakan. Memasuki semester ke dua tahun 2026, Pemkot Sukabumi sudah bisa merealisasikan belanja di atas 50 persen. Ini lompatan capaian yang dihasilkan dari sinergi, komitmen, dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah dalam mempercepat akselerasi program pembangunan sejak awal tahun anggaran,” ungkap Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki dalam keterangannya, Selasa (07/07/2026).
Wali Kota menyebut capaian tersebut merupakan wujud keseimbangan performa antara tingginya penyerapan belanja dan optimalnya pemenuhan target pendapatan mencerminkan struktur manajemen keuangan daerah yang sangat sehat, responsif, dan akuntabel.
Di samping meraih puncak tertinggi realisasi belanja daerah se Jawa Barat, Kota Sukabumi menempati peringkat ke dua untuk Realisasi Pendapatan Kabupaten-Kota Se Jawa Barat per 3 Juli 2026.
Dalam catatan tersebut, Kota Sukabumi telah berhasil meraih pendapatan sebesar 51,02% di bawah Kabupaten Majalengka yang meraih 57,24%. Oleh karenanya, Ayep Zaki terus menekankan kepada perangkat daerah yang memiliki ruang lingkup tugas dan fungsi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digenjot.

“Kemarin kami baru melakukan Rapim (Rapat Pimpinan) dan saya menegaskan agar seluruh jajaran untuk meningkatkan hasil PAD (Pendapat Asli Daerah),” jelasnya.
“Selain perangkat daerah yang tugas dan fungsinya meningkatkan PAD, sektor lain seperti BPKPD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah), PBJT (Pajak Barang dan Jasa Tertentu) dan juga PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) didorong agar akselerasi sumber PAD bisa lebih optimal,” paparnya.
Ayep Zaki juga menambahkan, dalam situasi ekonomi global yang sedang menghadapi tantangan akibat volatilitas geopolitik dan kebijakan moneter ketat, kreatifitas dan inovasi untuk belanja daerah dan meningkatkan pendapat asli daerah memang harus berkonsentrasi tinggi untuk merealisasikannya.
“Ekonomi global memang tidak sedang baik-baik saja. Perang belum selesai dan berpengaruh terhadap ekonomi di daerah. Dengan itikad baik membangun Kota Sukabumi dengan infrastrukturnya, meningkatkan kesejahteraan rakyat, meminimalisir kemiskinan dan pengangguran, menjadi tekad kami untuk mewujudkannya. Doakan saja semua kendala bisa teratasi,” pungkasnya. (darwan)



