Info Sukabumi

Perkuat Ketahanan Keluarga, Zainul Munasichin Gelar Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana di Sukabumi

Elmitra News – Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin bekerjasama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendugbangga/BKKBN) melaksanakan kegiatan fasilitasi teknis Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Hotel Balcony, Kota Sukabumi, pada Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif yang melibatkan unsur kelurahan, warga Kota Sukabumi, serta para kader Keluarga Berencana (KB). Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kemendugbangga RI, perwakilan Kemendugbangga Provinsi Jawa Barat, serta Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, para narasumber memaparkan materi terkait program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) “Mengasihi untuk Generasi Sehat dan Cerdas Bebas Stunting”, serta program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) “Orang Tua Produktif Bekerja, Anak Ceria di Tamasya”.  

Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin mengatakan Kemendugbangga atau BKKBN memiliki peran strategis dalam mendorong perencanaan keluarga berencana serta pembangunan keluarga yang berkualitas. Menurutnya, tujuan utama dari program tersebut adalah membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah melalui perencanaan keluarga yang matang.

Zainul menegaskan bahwa keharmonisan keluarga tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi dan kolaborasi antara suami dan istri, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.

indihome sukabumi

“Kami hadir sebagai fasilitator dalam keluarga. Apalagi saat ini kasus kekerasan dalam rumah tangga cenderung meningkat akibat berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi dan minimnya komunikasi antara suami dan istri,” ungkapnya.

Selain itu, Zainul juga menekankan pentingnya pemilihan serta penggunaan alat kontrasepsi yang tepat sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sejahtera. Menurutnya, perencanaan kehamilan menjadi langkah penting agar keluarga dapat mengatur jarak kelahiran anak sekaligus menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Menurutnya, ketidakcocokan penggunaan alat kontrasepsi kerap memicu persoalan dalam keluarga. Oleh karena itu, keputusan terkait penggunaan kontrasepsi sebaiknya dibicarakan bersama oleh suami dan istri.

“Ketidakcocokan alat kontrasepsi sering kali menimbulkan masalah dalam keluarga. Karena itu kami berharap suami dan istri dapat duduk bersama untuk menentukan pilihan kontrasepsi yang tepat, sehingga dapat mencegah kehamilan yang beruntun. Sesuai program pemerintah, keluarga juga dianjurkan memiliki maksimal dua anak agar kualitas hidup keluarga dapat lebih terjamin,” jelasnya.

Zainul juga mendorong Kemendugbangga atau BKKBN untuk memperkuat kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini dinilai penting karena salah satu fokus program Kemendugbangga adalah menekan angka stunting, sementara BGN memiliki peran dalam pemenuhan gizi masyarakat.

“Kami terus mendorong Kemendugbangga atau BKKBN untuk berkolaborasi dengan BGN. Saat ini beberapa program sudah berjalan beriringan, termasuk sosialisasi melalui posyandu dan kader di masyarakat. Namun ke depan, kolaborasi ini harus semakin dimaksimalkan agar upaya penurunan stunting bisa lebih efektif,” pungkasnya. (darwan)

Reporter : Azka

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button