Info Sukabumi

DLH Kabupaten Sukabumi Perkuat Pemahaman Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan “Kunci Pembangunan Berkelanjutan”

Elmitra News – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi semakin menegaskan perannya dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian alam melalui penguatan pemahaman tentang daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Kedua konsep ini dinilai krusial sebagai dasar pengendalian pemanfaatan sumber daya alam sekaligus pengendalian pencemaran di daerah.

Istilah daya dukung dan daya tampung lingkungan, telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menjadi acuan utama dalam setiap kebijakan lingkungan, termasuk perizinan usaha dan penataan ruang wilayah.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati menjelaskan daya dukung lingkungan hidup (DDL) merupakan kemampuan lingkungan dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Fokus utama dari daya dukung adalah pada aspek ketersediaan atau “supply” dari alam.

“Setiap wilayah memiliki batas kemampuan dalam menyediakan air, pangan, ruang, hingga kualitas udara. Ketika kebutuhan manusia melampaui kapasitas tersebut, maka akan terjadi tekanan lingkungan yang berujung pada krisis,” ungkap Nunung, pada Kamis (07/05/2026).

Sementara itu, daya tampung lingkungan hidup (DTL) berkaitan dengan kemampuan lingkungan dalam menerima, menyerap, dan menetralisir zat pencemar, limbah, maupun energi yang masuk ke dalamnya. Konsep ini lebih menitikberatkan pada kapasitas lingkungan dalam menahan beban pencemaran.

indihome sukabumi

DLH menegaskan bahwa setiap media lingkungan, baik air, udara, maupun tanah, memiliki ambang batas tertentu. Ketika ambang batas ini terlampaui, maka kualitas lingkungan akan menurun secara signifikan.

“Misalnya, sungai memiliki kapasitas alami untuk menetralisir limbah hingga batas tertentu. Jika beban limbah melebihi kapasitas itu, maka akan terjadi pencemaran air yang berdampak pada ekosistem dan kesehatan masyarakat,” jelas Nunung.

Dalam upaya jangka panjang, DLH mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, agar kesadaran terhadap pentingnya menjaga daya dukung dan daya tampung semakin meningkat.

“Intinya sederhana, jika daya dukung terlampaui akan terjadi krisis sumber daya, dan jika daya tampung terlampaui akan terjadi pencemaran. Keduanya harus dijaga agar pembangunan di Kabupaten Sukabumi tetap berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan,” imbuhnya.

Dengan penguatan pemahaman ini, DLH Kabupaten Sukabumi optimistis mampu mengawal pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

“Bersama menjaga keseimbangan alam untuk generasi masa depan,” pungkasnya. (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button