Info Sukabumi

Dinas PU Sukabumi Rombak Jembatan Kompa, Akses Alternatif Parungkuda-Cipangulaan Bakal Makin Lancar

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai proyek rekonstruksi total Jembatan Kompa pada ruas jalan Kompa-Cipangulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda.

Infrastruktur vital yang menjadi akses penghubung antarwilayah ini akan dibangun ulang dengan konstruksi beton bertulang yang jauh lebih lebar dan permanen.Jembatan yang semula hanya memiliki ruang bebas sempit sekitar 3,8 meter, nantinya akan diperlebar secara signifikan menjadi 5,50 meter.

Langkah ini diambil guna mengurai penyempitan jalur dan mendukung tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Parungkuda, Cicurug, Cidahu, dan sekitarnya.

Kepala UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, mengkonfirmasi bahwa aktivitas pengerjaan fisik di lapangan sudah mulai berjalan. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan.

“Jembatan tersebut akan dilebarkan ke sebelah kanan sekitar 1 meter dan ke kiri 1,5 meter. Jadi total ruang bebas jembatan menjadi 5,50 meter dari yang asalnya hanya 3,8 meter,” kata Asep, pada Selasa (15/09/2026).

indihome sukabumi

Asep menjelaskan, perombakan total ini juga menyasar struktur lantai jembatan. Selama ini, lantai Jembatan Kompa lama masih menggunakan papan kayu berlapis beton dengan besi tulangan sederhana, sehingga kerap mengalami kerusakan di beberapa titik.

Dengan proyek baru ini, lantai jembatan akan sepenuhnya menggunakan beton bertulang standar tinggi.Proyek pembangunan Jembatan Kompa ini digarap oleh CV Makmur Jaya selaku mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa, dengan total nilai kontrak mencapai Rp3.153.896.855,00. Demi menjaga kualitas, seluruh proses pengerjaan dikawal ketat oleh konsultan pengawas.

“Kami harapkan konsultan pengawas mengarahkan kontraktor secara tegas agar seluruh realisasi di lapangan sesuai dengan gambar rencana dan BOQ (Bill of Quantities). Ini penting demi mencegah munculnya persoalan konstruksi di masa depan,” tegas Asep.

Kehadiran jembatan permanen ini diharapkan membawa dampak besar bagi roda perekonomian lokal.

“Selain memperlancar akses harian warga, infrastruktur baru ini diproyeksikan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian serta meningkatkan faktor keselamatan para pengguna jalan,” tandasnya.

Merespons pembangunan ini, Kepala Desa Kompa, Yulianti, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Sukabumi dan Dinas PU. Ia pun mengimbau warga sekitar untuk ikut menyukseskan proyek ini.

“Semoga masyarakat dapat memberikan dukungan penuh selama proses pengerjaan berlangsung agar pembangunan selesai tepat waktu,” harapnya.

Dukungan serupa datang dari tokoh masyarakat Desa Kompa, Surya. Ia bersama unsur lembaga desa dan warga berkomitmen membantu kelancaran di lapangan, termasuk ikut serta mengatur arus lalu lintas selama area jembatan dalam masa konstruksi.

“Ini adalah fasilitas yang sudah sangat lama didambakan oleh masyarakat. Sebagai stakeholder desa, kami wajib menjaga jalannya proyek ini karena Jembatan Kompa adalah jalur alternatif yang sangat krusial untuk aktivitas dan ekonomi warga,” ungkapnya.

Selain kelancaran proyek, Surya mewakili aspirasi warga juga berharap pemerintah daerah ke depannya turut menambahkan fasilitas penunjang seperti lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) demi menjamin keamanan pengendara saat melintas di malam hari.

Melalui peningkatan konektivitas ini, masyarakat berharap ketimpangan akses antarwilayah di Kecamatan Parungkuda dapat teratasi, dan mobilitas warga menjadi jauh lebih aman serta nyaman. (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button