Sukabumi Expo 2026: DKP Angkat Potensi Singkong dan Daging Domba Lewat Lomba Cipta Menu B2SA

SUKABUMI – Menyemarakkan Sukabumi Expo 2026, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi sukses menyelenggarakan Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) Non-Beras dan Non-Terigu Berbasis Pangan Lokal. Acara tersebut berlangsung di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, pada Ahad (13/09/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 ini dibuka oleh Sekretaris DKP Kabupaten Sukabumi, Titin Malikatun Andadari. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Bidang III TP PKK Kabupaten Sukabumi, Nurtiana Ayu, beserta tim dewan juri, dan diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 15 kecamatan.
Dengan mengusung slogan “Pangan Lokal Solusi Pangan Masa Depan”, Lomba Cipta Menu ini menjadikan singkong dan daging domba sebagai bahan utama.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat DKP Kabupaten Sukabumi, Mirna Puspitasari, menyampaikan pentingnya konsep B2SA sebagai dasar pengolahan makanan sehat berbasis potensi daerah. Langkah ini diambil untuk mendukung visi “Sukabumi Mubarakah: Memacu Agro Industri, Memajukan Pariwisata”.
“Kreativitas kuliner berbasis pangan lokal ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga dari sektor agroindustri terkecil, yaitu dapur rumah tangga,” ungkapnya.


Mirna menambahkan bahwa lomba ini menjadi sebuah gerakan bagi kaum ibu untuk mencapai tiga tujuan utama. Pertama, mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi agar semakin mencintai potensi pangan lokal.
“Kedua, memperkenalkan kepada publik bahwa sumber karbohidrat tidak hanya terpaku pada beras,” imbuhnya.
“Dan ketiga, menunjukkan bahwa pangan lokal di sekitar kita dapat diolah menjadi hidangan yang lezat, bergizi, menarik, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris DKP Kabupaten Sukabumi, Titin Malikatun Andadari, menegaskan bahwa konsep B2SA bukan sekadar slogan, melainkan pilar penting bagi kesehatan keluarga.
“B2SA adalah konsep olahan makanan yang memastikan tubuh kita mendapat asupan nutrisi lengkap tanpa ketergantungan pada satu jenis pangan saja,” kata Titin.
Melalui lomba ini, DKP Kabupaten Sukabumi ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan kekayaan alternatif pangan daerah.


Upaya diversifikasi pangan sangat penting agar pemenuhan gizi masyarakat tidak bertumpu pada satu macam makanan saja, melainkan bervariasi mulai dari kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan hingga sumber protein lainnya.
“Langkah ini dinilai sangat strategis untuk mengubah potensi lokal yang melimpah menjadi sumber daya ekonomi yang luar biasa,” tukasnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang III TP PKK Kabupaten Sukabumi, Nurtiana Ayu, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Sukabumi. Dalam sambutannya, TP PKK sangat mengapresiasi partisipasi, kreativitas, dan semangat para peserta.
Menurutnya, momentum ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sekadar ajang unjuk kreativitas dalam mengolah makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran keluarga.
“Khususnya, untuk mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan rumah,” tandasnya.


Melalui kreativitas ini, ajang Sukabumi Expo 2026 sukses menjadi panggung pembuktian bagi kaum perempuan Sukabumi. Mereka adalah pahlawan ketahanan pangan keluarga yang siap membawa daerah menuju masa depan yang lebih sehat, menuju Kabupaten Sukabumi Mubarakah.
Di akhir acara, Dewan juri resmi mengumumkan Kecamatan Bantargadung sebagai juara pertama dalam ajang tersebut. Posisi kedua berhasil diraih oleh Kecamatan Cikakak, diikuti Kecamatan Gegerbitung di peringkat ketiga. Sementara itu, gelar juara harapan satu, dua, dan tiga masing-masing disabet oleh Kecamatan Parakansalak, Kecamatan Waluran, dan Kecamatan Cisaat. (darwan)



