Info Sukabumi

Menelusuri Jejak Sejarah, IGRA Kabupaten Sukabumi Siapkan Buku Perjalanan Organisasi

Elmitra News  – Semangat merawat sejarah organisasi pendidikan kembali digaungkan oleh Pengurus Daerah (PD) IGRA Kabupaten Sukabumi melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Cermin Waktu : Mengingat Kembali Akar Sejarah IGRA di Kabupaten Sukabumi,”, yang digelar di Hotel Fresh Sukabumi, pada Selasa (05/05/2026).

Ketua PD IGRA Kabupaten Sukabumi, Ina Nurpatmawati menuturkan bahwa forum ini menjadi langkah strategis untuk menelusuri kembali perjalanan panjang organisasi yang selama ini belum terdokumentasi secara utuh.

“FGD ini kami gelar untuk melacak kembali akar sejarah IGRA di Kabupaten Sukabumi yang sempat mengalami kekosongan data, sekaligus menjadi pembelajaran bagi generasi muda agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu,” ungkapnya.

Ina menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh beberapa kebutuhan penting, mulai dari dokumentasi sejarah organisasi, edukasi bagi guru-guru muda dari kalangan Gen Z, hingga penyusunan buku sejarah resmi IGRA. Nantinya, buku tersebut akan dibagikan ke seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan IGRA dan diproyeksikan menjadi kado istimewa pada momentum Milad IGRA serta Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

“Melalui buku ini, kami ingin memastikan bahwa sejarah IGRA tidak hilang, tetapi justru menjadi sumber inspirasi bagi para guru RA untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

indihome sukabumi

FGD yang diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus, guru, dan tamu undangan, dengan narasumber utama, Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Agus Santosa, yang dikenal sebagai salah satu pelaku sejarah perkembangan IGRA di daerah tersebut.

Dalam diskusi, terungkap fakta menarik terkait awal mula keberadaan IGRA. Jika selama ini organisasi tersebut secara nasional dikenal lahir pada 29 Oktober 2002, namun di Kabupaten Sukabumi, embrio IGRA dan Raudhatul Athfal (RA) ternyata telah hadir sejak era 1980-an.

“Dari Sukabumi inilah cikal bakal gerakan IGRA berkembang, mulai dari tingkat daerah, provinsi, hingga akhirnya terbentuk secara nasional,” imbuh Ina.

Temuan ini menjadi catatan penting yang akan memperkaya khazanah sejarah organisasi sekaligus meluruskan pemahaman yang selama ini berkembang.

Kedepan, IGRA Kabupaten Sukabumi berharap dokumentasi sejarah yang tengah disusun dapat menumbuhkan kembali semangat perjuangan para guru RA, sekaligus memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

“Harapannya, semangat para pendahulu bisa terus hidup dalam diri guru-guru saat ini, sehingga IGRA semakin solid dan berkontribusi nyata bagi pendidikan,” pungkasnya. (darwan)

Reporter : Julio

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button