Rombak Total Sistem Pelatihan Kerja Sukabumi, Ayep Zaki: Tiap Rupiah Harus Berdampak!

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengambil langkah tegas dengan merombak total (mereformasi) program pelatihan kerja di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan anggaran pemerintah tidak terbuang sia-sia dan benar-benar memberikan dampak nyata serta terukur bagi kesejahteraan masyarakat.
*Reformasi ini berfokus pada perubahan pola pelatihan tradisional menjadi sistem yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan kepastian penempatan tenaga kerja,” ungkap Ayep Zaki.
Komitmen tersebut ditegaskannya, saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026 pada Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Cipanengah, pada Rabu (16/09/2026).
Dalam arahannya, Ayep Zaki mengkritik pola pelatihan yang berjalan selama ini. Menurutnya, program yang hanya berhenti pada proses seremonial pelatihan tanpa memberikan kepastian akses kerja bagi peserta harus segera dievaluasi dan diubah.
Ayep Zaki mencontohkan alokasi anggaran pola lama yang mencapai sekitar Rp300 juta untuk 100 peserta selama lima hari. Pola seperti itu dinilai kurang efektif karena keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari nasib mereka setelah pelatihan selesai.

“Setiap rupiah anggaran harus memberikan dampak yang nyata dan terukur terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui pendekatan baru ini, Pemerintah Kota Sukabumi akan menghubungkan langsung proses pelatihan dengan peluang penempatan. Setiap peserta diarahkan untuk menguasai kompetensi spesifik yang tengah diburu oleh pasar kerja.
Sejak awal pendaftaran, arah dan tujuan penempatan kerja para peserta sudah dipetakan dengan jelas. Untuk menyukseskan program ini, pemerintah kota menggandeng sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ternama, di antaranya: Politeknik Sukabumi, STIE PASIM, Taman Siswa dan LPK Delta.
Selain lembaga pendidikan, Pemkot Sukabumi juga menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan penempatan pekerja migran resmi. Kerja sama ini membuka peluang emas bagi warga Sukabumi yang kompeten dan memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang layak.
Ayep Zaki menegaskan reformasi program pelatihan kerja ini menjadi pilar utama Pemkot Sukabumi dalam menangani isu ketenagakerjaan secara terintegrasi.
“Dengan penguatan akses kerja yang masif, program ini diharapkan tidak hanya efektif menekan angka pengangguran, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem serta mendukung penurunan angka stunting di Kota Sukabumi,” tukasnya.
Kini, setiap anggaran pelatihan kerja akan dikunci pada program-program yang memiliki indikator keberhasilan yang jelas: dari peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga penempatan kerja nyata pascapelatihan. (darwan)



