Info Sukabumi

LPH Doa Bangsa dan Kadin Kota Sukabumi Dorong Kesiapan Pelaku Usaha Hadapi Wajib Halal Oktober

SUKABUMI – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Doa Bangsa melakukan kunjungan silaturahmi ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi, pada Kamis (03/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kelembagaan LPH Doa Bangsa sekaligus menjajaki peluang sinergi dalam memperkuat ekosistem produk halal dan mendukung pelaku usaha di Kota Sukabumi.

Dalam kunjungan tersebut, LPH Doa Bangsa diwakili oleh Kepala LPH Doa Bangsa, Tus Wahid, dan Sekretaris LPH Doa Bangsa, Agus Kamil. Keduanya diterima dan berdialog langsung dengan Ketua Kadin Kota Sukabumi, Fetty Mulya, beserta jajaran staf Kadin Kota Sukabumi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah isu strategis dibahas, terutama terkait penguatan dunia usaha, sertifikasi halal, kesiapan pelaku usaha menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal, serta peluang kerja sama antara LPH Doa Bangsa dan Kadin Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, LPH Doa Bangsa menyampaikan profil, peran, serta kiprah lembaga sebagai bagian dari ekosistem penyelenggaraan jaminan produk halal, khususnya dalam melaksanakan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. LPH Doa Bangsa saat ini berkantor di Jl. RE Martadinata No. 60A, Ruko 4, Cikole, Kota Sukabumi.

Pengenalan kelembagaan ini diharapkan dapat semakin memperluas pemahaman dunia usaha mengenai peran LPH serta mendorong kemudahan akses bagi pelaku usaha yang membutuhkan layanan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk dalam proses sertifikasi halal.

indihome sukabumi

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah kesiapan pelaku usaha menghadapi implementasi Wajib Halal Oktober 2026.

LPH Doa Bangsa dan Kadin Kota Sukabumi memandang bahwa peningkatan literasi dan pemahaman pelaku usaha mengenai sertifikasi halal perlu terus dilakukan, terutama bagi sektor UMKM yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Sosialisasi, edukasi, dan pendampingan menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya memahami kewajiban sertifikasi halal, tetapi juga mampu mempersiapkan proses pemenuhan persyaratan secara baik dan tepat.

Kepala LPH Doa Bangsa, Tus Wahid, mengatakan bahwa momentum Wajib Halal Oktober perlu dipandang bukan semata-mata sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai peluang untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk pelaku usaha.

“Kami melihat sertifikasi halal bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha, khususnya UMKM, melalui edukasi, pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Tus Wahid, dalam keterangannya pada ahad (06/09).

Menurutnya, kolaborasi dengan Kadin Kota Sukabumi dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada dunia usaha.

Selain membahas Wajib Halal Oktober, pertemuan juga menjadi bagian dari penjajakan rencana kerja sama antara LPH Doa Bangsa dan Kadin Kota Sukabumi.

Kerja sama tersebut ke depan dapat diarahkan pada berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha, antara lain sosialisasi dan edukasi sertifikasi halal, pendampingan UMKM, fasilitasi akses informasi mengenai proses sertifikasi halal, serta penguatan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya jaminan produk halal.

Founder Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB), H. Ayep Zaki, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

“Ekosistem halal harus dibangun secara bersama-sama. LPH Doa Bangsa memiliki peran dalam aspek pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk, sementara Kadin memiliki jaringan dan kedekatan dengan dunia usaha. Jika potensi tersebut disinergikan, insyaallah akan lahir program yang memberikan manfaat lebih besar bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM di Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Ayep Zaki menambahkan, keberadaan LPH Doa Bangsa di Kota Sukabumi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah sebagai salah satu kawasan yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya produk halal.

“Harapannya, silaturahmi ini menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kita ingin agar pelaku usaha tidak hanya memenuhi kewajiban sertifikasi halal, tetapi juga menjadikan aspek halal sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan daya saing usaha,” pungkasnya.

LPH Doa Bangsa berharap silaturahmi dengan Kadin Kota Sukabumi dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan program kerja sama yang lebih konkret dan terukur.

Kolaborasi antara LPH Doa Bangsa, Kadin Kota Sukabumi, pemerintah daerah, serta pelaku usaha diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesadaran sertifikasi halal sekaligus memberikan dukungan yang lebih luas bagi pertumbuhan UMKM.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen LPH Doa Bangsa untuk terus mengambil bagian dalam penguatan ekosistem halal, memberikan layanan profesional, serta mendukung pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan jaminan produk halal.

LPH Doa Bangsa
“Melayani, Memeriksa, dan Menguatkan Ekosistem Halal” (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button