Info Sukabumi

Sosialisasi dan Launching Kurikulum Berbasis Cinta jenjang Madrasah Aliyah, Fokuskan 5 Aspek Utama  

Elmitra News – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi menggelar Sosialisasi dan Launching Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) jenjang Madrasah Aliyah Kabupaten Sukabumi, di Aula Pesantren Al Ma’tuq, Cisaat, pada Senin (27/07/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan madrasah sebagai upaya memperkuat pemahaman serta komitmen dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh Madrasah Aliyah Kabupaten Sukabumi.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), H. Henda menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi pendidikan madrasah.

Dalam arahannya, H. Henda menyampaikan pesan Kepala Kantor agar Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Sukabumi terus menjaga soliditas, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kolaborasi di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang.

“Penyelenggaraan KKMA harus tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5852 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah,” ungkapnya.

indihome sukabumi

Lebih lanjut, H. Henda menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta memiliki landasan yang jelas melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 9 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang kemudian diperkuat dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta.

Menurutnya, kurikulum tersebut menitikberatkan pada lima aspek utama, yaitu penguatan keimanan, pengetahuan, penghayatan, peribadatan, dan pengamalan sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

H. Henda menegaskan bahwa kepala madrasah memegang peran strategis dalam menggerakkan perubahan di lingkungan pendidikan. Seorang guru dapat membentuk karakter peserta didik di ruang kelas, sementara kepala madrasah memiliki peran untuk membangun budaya belajar, meningkatkan kualitas guru, serta menggerakkan seluruh ekosistem madrasah menuju pendidikan yang lebih bermutu.

“Guru dan kepala madrasah sejatinya sedang membangun peradaban. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang begitu pesat, peserta didik tidak hanya membutuhkan kecakapan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai cinta, akhlak, dan spiritualitas sebagai bekal menghadapi masa depan,” tegasnya.

H. Henda juga menambahkan bahwa makna cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar ungkapan emosional, melainkan menjadi nilai yang harus hadir dalam setiap proses pendidikan, mulai dari hubungan antara guru dan peserta didik, budaya kerja di madrasah, hingga pelayanan pendidikan yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia dan pembentukan karakter.

H. Henda mengajak seluruh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan menjadikan kegiatan sosialisasi dan launching ini sebagai awal penguatan komitmen bersama. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang harus diwujudkan secara nyata dalam proses pembelajaran, kepemimpinan madrasah, serta budaya kerja sehari-hari.

“Sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Agama,” pungkasnya. (darwan)

Sumber : Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button