SMKN 1 Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Awal Tahun Ajaran, Tegaskan Disiplin dan Persiapan MPLS Ramah
elmitra news – SMK Negeri 1 Kabupaten Sukabumi menggelar rapat awal tahun ajaran sebagai langkah persiapan menyambut peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Dalam rapat tersebut, pihak sekolah menegaskan pentingnya peningkatan kualitas program pendidikan, kedisiplinan, serta penyelarasan visi dan misi sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Kabupaten Sukabumi, Rizal Zaenal Aripin, SST., M.Si, mengatakan bahwa rapat awal tahun ajaran difokuskan pada evaluasi dan optimalisasi program-program sekolah agar berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Program-program yang belum berjalan optimal pada tahun sebelumnya akan kami tingkatkan pada tahun ajaran ini. Selain itu, kami menegaskan pentingnya kedisiplinan dan ketertiban siswa yang menjadi tanggung jawab bersama, baik guru maupun tenaga kependidikan,” ujarnya.


Menurut Rizal, sekolah juga melakukan penegasan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap bidang serta penyelarasan visi dan misi sekolah agar sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain membahas program sekolah, rapat juga menyoroti persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung selama lima hari, mulai Rabu hingga Selasa pekan berikutnya.
“MPLS tahun ini dilaksanakan secara ramah sesuai arahan Dinas Pendidikan. Tidak ada unsur kekerasan dalam proses pembinaan siswa. Kami lebih menekankan pada pembentukan karakter, kemandirian, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan melalui aksi ekologi,” jelasnya.
Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Pancawaluya menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan diri mengikuti proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, murid didorong untuk mengenali potensi diri, baik bakat maupun minat yang dimiliki, agar dapat dikembangkan secara optimal. Selama MPLS, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah yang mendukung pengembangan akademik maupun nonakademik.
Selain itu, murid diajak mengenal seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga sesama peserta didik. Pengenalan ini bertujuan membangun interaksi sosial yang positif dengan mengamalkan nilai-nilai karakter Gapura Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, sebagai landasan dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik juga diperkenalkan dengan kurikulum yang mendalam atau deeplearning sesuai dengan kebijakan kemendikdasmen. Murid diharapkan memahami tujuan, materi, serta proses pembelajaran sehingga mampu mengikuti kegiatan belajar dengan baik sekaligus mengaktualisasikan karakter Pancawaluya dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, MPLS juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal lingkungan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan demikian, peserta didik diharapkan lebih cepat beradaptasi, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah, serta mampu berperan aktif dan bertanggung jawab dalam setiap kegiatan di lingkungan sekolah.
Melalui MPLS Pancawaluya, sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat memulai perjalanan pendidikan dengan semangat, memiliki karakter yang kuat, serta siap menjadi bagian dari warga sekolah yang berprestasi dan berakhlak mulia
Kegiatan MPLS akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta instansi pemerintah setempat. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, serta pembentukan karakter siswa.
Pada tahun ajaran ini, SMKN 1 Kabupaten Sukabumi menerima sekitar 200 siswa baru yang tersebar di beberapa kompetensi keahlian, di antaranya Perhotelan, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM), Kuliner, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Jumlah pendaftar tercatat mencapai lebih dari seribu orang, namun sekolah hanya dapat menerima siswa sesuai kuota yang tersedia.


Rizal menegaskan bahwa seluruh kegiatan MPLS tidak dipungut biaya apa pun.
“Tidak ada pungutan serupiah pun, baik untuk seragam maupun kegiatan MPLS. Kami berkomitmen menjalankan pendidikan yang sesuai aturan dan tidak membebani orang tua,” tegasnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk bekerja sama dengan sekolah dalam mendukung seluruh program pendidikan agar tujuan pembentukan karakter siswa dapat tercapai.
“Kami berharap orang tua mempercayakan pendidikan anaknya kepada sekolah dan bersama-sama mendukung program yang ada. Target kami adalah menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dunia industri, mandiri, inovatif, serta sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.
Setelah pelaksanaan MPLS selesai, kegiatan belajar mengajar akan langsung berjalan efektif. Sementara itu, siswa kelas XII saat ini tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis industri.
Reporter : Nandre



