Pelantikan Pengurus 47 DPAC KPPI Kecamatan, Momentum Perempuan Politik Bersatu Untuk Demokrasi yang Bersih, Cerdas dan Peduli Menuju Kabupaten Sukabumi Mubarakah

Elmitra News – Sebanyak 47 Pengurus DPAC Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kecamatan resmi dilantik oleh Ketua DPC Kabupaten Sukabumi Dewi Risnasari, bertempat di Aula PKK Pendopo Sukabumi, pada Senin (06/07/2026).
Kegiatan pelantikan yang mengusung tema “Perempuan Politik Bersatu Untuk Demokrasi yang Bersih, Cerdas dan Peduli Menuju Kabupaten Sukabumi Mubarakah”, dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Ketua DPD KPPI Jabar Euis Ratnaningsih, Perwakilan Pimpinan Partai Politik dan para Kepala Perangkat Daerah.
Dalam arahannya, Bupati Sukabumi Asep Japar mendorong perempuan terus bergerak dan menjadi agen of change. Bahkan menurut bupati, perempuan harus menjadi garda terdepan dalam berbagai hal.
“Perempuan Sukabumi harus maju dan tampil di kancah apapun serta mengharumkan nama daerah,” kata Bupati, pada Senin (06/07).
Bupati juga berkomitmen mendukung kiprah perempuan dalam pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, pembangunan inklusif dan berkelanjutan akan tercapai ketika perempuan diberikan ruang dan kesempatan yang setara dalam pengambilan keputusan.

“Kami mendukung penuh kiprah perempuan,” tegasnya.
Apalagi dengan kehadiran KPPI hingga ke tingkat kecamatan, peran perempuan akan semakin masif. Pasalnya, KPPI merupakan wadah yang sangat strategis dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.
“Mari berkontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC KPPI Kabupaten Sukabumi Dewi Risnasari menyampaikan pelantikan anak cabang ini merupakan momentum penguatan hingga ke tingkat akar rumput dan mendorong perempuan untuk berjuang demi Kabupaten Sukabumi.
“Semoga yang menjadi harapan kita semua lancar. Apalagi dengan dorongan pak bupati agar perempuan berjuang untuk Kabupaten Sukabumi,” harapnya.
Di temui usai kegiatan, Ketua DPD KPPI Jabar Euis Ratnaningsih menegaskan KPPI merupakan wadah yang sangat strategis, dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, serta meningkatkan partisipasi aktif perempuan di ranah legislatif, eksekutif, maupun partai politik. Data menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan, di parlemen dan ruang publik, terus mengalami peningkatan, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks.
“Saya berharap semakin banyak organisasi perempuan, maka akan semakin solid untuk memperjuangkan hak-hak perempuan,” ungkapnya.
“KPPI bukan milik salah satu parpol, tapi kita akan kolaborasi dengan berbagai parpol yang ada di Indonesia untuk mewujudkan affirmasi action atau kuota keterwakilan perempuan minimal 30% di legislatif,” pungkasnya. (darwan)



