Muhibah Ramadhan perdana di Kadudampit, Perkuat Ukhuwah dan Wujudkan Sukabumi Mubarakah

Elmitra News – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Muhibah Ramadhan 1447 H/2026 M sebagai ikhtiar meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Auditorium Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida) Kecamatan Kadudampit, pada Selasa (24/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, didampingi Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, Wakil Bupati Andreas, Sekretaris Daerah Ade Suryaman, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Unang Sudarma, Pimpinan Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), KH. E.S Mubarok, lembaga/organisasi Islam, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Boyke Martadinata menyampaikan bahwa pelaksanaan Muhibah Ramadhan didasarkan pada program kerja serta agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi Tahun 2026.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan, menguatkan sinergi antara ulama, umaro, dan umat, menginternalisasi nilai-nilai maju, unggul, berbudaya, dan berkah di tengah masyarakat, menyerap aspirasi melalui dialog langsung, memberikan bantuan sosial, serta memastikan kehadiran pemerintah hingga ke pelosok Kabupaten Sukabumi,” kata Asda Boyke.
Boyke juga menjelaskan, pada Muhibah Ramadhan tahun ini Pemkab Sukabumi menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta hadiah umrah di setiap titik lokasi. Secara keseluruhan, terdapat 10 titik Muhibah yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadhan 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan. Semoga melalui Muhibah ini, ukhuwah Islamiyah semakin kuat dan keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah SWT semakin meningkat,” tambahnya.


Pada kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi Asep Japar menekankan bahwa silaturahmi yang dikemas dalam bentuk Muhibah Ramadhan telah menjadi bagian dari tradisi Ramadhan di Kabupaten Sukabumi yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Selain sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, agenda Muhibah Ramadhan ini juga kami jadikan sebagai instrumen monitoring dan sarana dialog langsung dengan masyarakat di 10 titik lokasi Muhibah tahun 2026,” ucapnya.
Asep Japar mengungkapkan bahwa gelaran perdana Muhibah Ramadan 2026 bertepatan dengan satu tahun perjalanan pemerintahan yang dipimpinnya sejak dilantik pada Februari 2025. Momentum tersebut menjadi refleksi atas berbagai capaian kinerja yang diraih bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah).
“Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, diantaranya peningkatan kesejahteraan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, investasi sdm melalui pendidikan, pembangunan rutilahu, aksi sosial nyata dalam rangkaian muhibah ramadhan ini, kami hadir bukan hanya untuk menyapa, tetapi membawa aksi nyata melalui pembagian sembako, bazar murah, hingga undian umrah bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski beberapa capaian telah diraih, Asep Japar menyadari masih banyak pekerjaan rumah, terutama terkait infrastruktur dan pelayanan publik.
“Kami akan terus mengawal pembangunan yang selaras dengan nilai budaya lokal, dan keberkahan spiritual, demi terwujudnya kabupaten sukabumi yang mubarakah,” tegasnya.
“Mari kita jaga kesucian bulan ramadhan ini, dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat persatuan. Semoga segala ikhtiar kita dalam membangun kabupaten sukabumi yang mubarakah, dicatat sebagai amal baik oleh Allah SWT,” tandasnya.




Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi Andi Rahman menambahkan total lokasi Muhibah Ramadhan Tahun 2026 berjumlah 12 titik. Sebanyak 10 titik ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sementara dua titik tambahan akan dilaksanakan di lokasi terdampak bencana sebagaimana imbauan dari Gubernur Jawa Barat.
“Muhibah tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di 12 lokasi meliputi 10 kecamatan yakni Kadudampit, Gunungguruh, Cisaat, Cibadak, Simpenan, Warungkiara, Surade, Sagaranten, Jampangtengah, dan Cidahu, serta dua titik tambahan di wilayah terdampak bencana,” ungkapnya.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan. Kami juga menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan. Semoga Muhibah Ramadhan ini semakin menambah keimanan dan ketakwaan kita semua,” pungkasnya. (darwan)



