Info Sukabumi

Peringatan HPS ke-46, Pemkab Sukabumi Fokus Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 tingkat Kabupaten Sukabumi pada Kamis (05/11/2026). Mengusung tema internasional “Innovate today, Nourish tomorrow” (Inovasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan, Gizi dan Kesejahteraan Masyarakat), dipusatkan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi.

Peringatan HPS ke-46 kali ini dikemas secara interaktif dengan memadukan kampanye ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pelayanan publik terpadu dalam satu kawasan. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah di bawah semboyan “Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan untuk Semua”.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gatot Sugiharto menyampaikan, Kabupaten Sukabumi kaya akan pangan. Keberagaman pangan itu merupakan anugrah bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Tidak semua daerah memiliki keanegaragaman pangan seperti Sukabumi. Ini menjadi anugrah dan bisa menjadi alternatif pangan,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Pangan ini, dirinya berharap semua pihak bisa mengenal ketahanan pangan dan peduli ketahanan pangan.

indihome sukabumi

“Melalui momen ini, kita ciptakan Sukabumi yang lebih baik dan Mubarakah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendorong ketahanan pangan. Oleh karena itu, visi Kabupaten Sukabumi ialah membangun agroindustri dan pariwisata.

“Kami terus fokus membangun agroindustri dan pariwisata. Semua itu sebagai upaya mendorong ketahanan pangan,” kata Wabup.

Dalam mewujudkan itu semua,dirinya terus menggenjot sejumlah perangkat daerah. Hal itu seperti Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian, Perikanan, dan lainnya.

“Kami perkuat kolaborasi antara dinas terkait agar ketahanan pangan bisa terwujud,” tegasnya.

Bahkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah terealisasi dalam sistem pertanian cabai terpadu. Hasil cabai dari petani di Kecamatan Kabandungan sudah sampai ke pasar induk.

“Jadi sistem tanam hingga pendistribusiannya sudah diatur dan berkelanjutan. Sehingga harga bisa terkontrol,” jelasnya.

Metode tersebut membuat petani tidak sekadar menanam saja.Namun mereka pun melek sistem bisnis.

“Petani tidak hanya menanam, namun harus berpikir ke arah bisnis. Ke depan petani milenial digenjot,” tambahnya.

Berkaitan Ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun mendukung program strategis nasional (PSN). Dalam hal ini, yaitu MBG dan KDKMP yang beririsan dengan ketahan pangan.

“Program bapak presiden sangat luar biasa, terutama yang berkaitan ketahanan pangan dan perbaikan gizi. Makanya kami sangat mendukung program PSN,” tandas Wabup. (darwan/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button