Tekan Pengangguran dan Kemiskinan, Pemkot Sukabumi Geber Program 12 PAS Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran melalui aksi nyata di masyarakat. Pada Selasa (13/10/2026),
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana turun langsung menyalurkan bantuan sosial melalui program 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” di Kelurahan Selabatu dan Kelurahan Cikole.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kota Sukabumi ini tidak hanya melibatkan jajaran pemerintahan, tetapi juga menggandeng berbagai mitra strategis. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Sosial, Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, serta perwakilan dari PNM, Baznas, Bank BJB, dan BPR.
Memasuki putaran kedua pada episode ke-24 dan ke-25, program 12 PAS kali ini menjangkau 14 penerima manfaat di kedua kelurahan tersebut. Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemberian perhatian sosial serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro. Langkah ini diambil agar para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga yang belum bekerja.
Di Kelurahan Selabatu, bantuan diserahkan kepada tujuh warga, yaitu Ibu Nemah, Adi Rohadi (pelaku UMKM), Rony Dauhan, Arianda Yanuar, Danang Ariasto, Riyanti Mutia, dan Samsu Alamsyah. Sementara itu, di Kelurahan Cikole, penerima manfaat meliputi Resni Noviani, Santi Susanti (pelaku UMKM), Ijah, Sutiah, Eti Suhaeti, Maya, dan Cucun yang juga merupakan pelaku UMKM.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa program 12 PAS ini akan terus berjalan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa intervensi pemerintah daerah saat ini sangat difokuskan pada penanganan pengangguran dan perbaikan sektor pendidikan, yang diyakini menjadi akar utama dalam mengatasi persoalan kemiskinan.
“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat terpenuhi. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus menjalankan amanah pengelolaan uang rakyat dengan memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata,” tegas Ayep Zaki.
Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya pengawalan ketat terhadap pelaksanaan program, mulai dari tahapan penganggaran, proses penyaluran, ketepatan data penerima, hingga dampak konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pengawasan bersama dari seluruh elemen akan memperkuat ekosistem pembangunan yang benar-benar berpihak pada rakyat.
Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyaluran bantuan di dua kelurahan tersebut. Ia berharap dukungan modal usaha ini mampu memberikan efek domino yang berkelanjutan bagi perekonomian keluarga penerima manfaat.
“Semoga bantuan permodalan ini mendorong usaha mikro yang sudah berjalan agar semakin maju. Bagi warga yang belum memiliki usaha, kami berharap ini menjadi stimulus awal untuk mulai membuka usaha mandiri demi meningkatkan pendapatan keluarga,” harapnya.

Bobby juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang solid dari seluruh pihak, mulai dari DPRD Kota Sukabumi, mitra perbankan dan lembaga sosial seperti PNM, Baznas, BJB, BPR, hingga aparatur dinas, kecamatan, kelurahan, serta tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan.
Melalui keberlanjutan program 12 PAS “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kolaborasi multi-pihak antara pemerintah, lembaga, sektor swasta, dan masyarakat terus terjaga. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial yang bersifat sementara, tetapi mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi demi mewujudkan Kota Sukabumi yang bebas dari pengangguran dan kemiskinan. (darwan/red)



