Info Sukabumi

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Sukabumi Ajak Forkopimda Hadirkan Solusi Nyata Keadilan Sosial

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Plaza Balai Kota Sukabumi, pada Kamis (01/10/2026).

Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, perangkat daerah, BLUD dan BUMD, para camat dan lurah, instansi vertikal, organisasi keagamaan, organisasi wanita, serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang peristiwa 1 Oktober 1965 sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Hari kesaktian Pancasila tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menghadirkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ayep Zaki.

Wali Kota menegaskan, Kota Sukabumi membutuhkan lebih banyak eksekutor yang mampu menerjemahkan berbagai gagasan dan pemikiran menjadi program serta tindakan nyata.

indihome sukabumi

Berbagai persoalan, seperti kemiskinan, pendidikan, dan pengangguran, tidak cukup hanya dibahas melalui gagasan dan analisis, tetapi harus diikuti dengan implementasi yang terukur dan berkelanjutan.

“Kita sudah terlalu banyak dengan gagasan dan pemikiran. Yang penting sekarang adalah eksekusi, dan implementasi,” tegas Ayep Zaki .

Wali Kota menilai masih terdapat berbagai persoalan yang menunjukkan nilai keadilan sosial belum sepenuhnya terwujud, khususnya dalam bidang pendidikan.

Masih terdapat warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun belum memiliki ijazah, sementara jumlah masyarakat yang menempuh pendidikan tinggi juga masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk bersama-sama menghadirkan solusi nyata.

“Selesaikan pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Kalau itu sudah kita lakukan, baru kita bisa mengatakan bahwa Pancasila benar-benar sakti,” tandas Ayep Zaki. (darwan/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button