Wali Kota Sukabumi Perjuangkan Peningkatan Layanan RSUD R. Syamsudin dan RS Al Mulk ke Kemenkes

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melakukan langkah strategis dengan menemui Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Jakarta pada Kamis (24/9/2026). Pertemuan penting ini bertujuan untuk mengupayakan penguatan layanan kesehatan, pemenuhan alat medis canggih, serta pembangunan infrastruktur rumah sakit di Kota Sukabumi.
Audiensi tersebut turut diikuti pemerintah daerah dari Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Situbondo. Pertemuan menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta berbagai usulan penguatan pelayanan kesehatan kepada Kementerian Kesehatan.
Di hadapan Wamenkes, Ayep Zaki secara blak-blakan memaparkan tantangan berat yang dihadapi daerahnya akibat penyusutan ruang fiskal. Dana transfer dari pemerintah pusat ke Kota Sukabumi mengalami penurunan drastis dari Rp859 miliar menjadi Rp615 miliar pada tahun 2026. Merespons situasi ini, Pemkot Sukabumi langsung bergerak cepat dengan melakukan efisiensi anggaran hingga 26 persen.
“Memang kondisi fiskal kita cukup berat. Karena itu, efisiensi harus dilakukan. Tetapi hasil efisiensi itu kita arahkan kembali kepada program-program yang strategis dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Ayep Zaki.
Fokus utama usulan Pemkot Sukabumi tertuju pada pengembangan dua rumah sakit daerah, yakni RSUD R. Syamsudin, S.H. dan Rumah Sakit Al Mulk. Kebutuhan mendesak yang disampaikan meliputi pembangunan Gedung pelayanan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Bedah Sentral (IBS), serta penambahan ruang rawat inap.

Tak hanya fisik bangunan, Wali Kota juga memperjuangkan pengadaan fasilitas medis premium bernilai investasi besar seperti CT scan dan MRI. Untuk pengadaan alat-alat ini, Pemkot Sukabumi sedang mempertimbangkan skema alternatif melalui pembiayaan perbankan yang dinilai jauh lebih efisien dibanding kerja sama operasional (KSO) yang selama ini membebani kas daerah.
Meski didera keterbatasan anggaran, Ayep Zaki membuktikan bahwa pelayanan publik tidak mengendur. Ia memamerkan sejumlah capaian positif, mulai dari angka stunting yang terus menurun hingga penguatan penanganan tuberkulosis (TBC). Pemkot bahkan telah meluncurkan satu unit mobil khusus untuk memberikan layanan keliling penanganan TBC langsung ke tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, stunting kita menurun. Untuk TBC juga terus kita tangani, termasuk dengan layanan keliling. Kita sudah siapkan satu mobil khusus sehingga pelayanan bisa lebih dekat kepada masyarakat,” paparnya.
Ayep zaki menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah. Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat sehingga berbagai usulan pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan di Kota Sukabumi dapat ditindaklanjuti.
“Kita akan terus mengawal usulan ini ke Kementerian Kesehatan maupun Bappenas. Harapannya pembangunan dan penguatan rumah sakit di Kota Sukabumi dapat berjalan dengan baik, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas,” tandasnya. (darwan)



