Sentuh Langsung Warga, Wali Kota Sukabumi Salurkan Sembako dan Modal Usaha 12 PAS di Dua Kelurahan

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggulirkan program sosial “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” (12 PAS) pada Rabu (23/09/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengintervensi kemiskinan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi warga secara langsung.
Dalam aksi turun lapangan kali ini, Wali Kota Sukabumi bersama jajaran menyambangi dua wilayah sekaligus, yakni Kelurahan Sukalarang dan Kelurahan Benteng. Kehadiran jajaran pemerintahan ini bertujuan memastikan bantuan perlindungan sosial tepat sasaran dan diserahkan langsung tanpa perantara.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok (sembako), uang tunai, hingga stimulus modal usaha yang dirancang untuk program pemberdayaan ekonomi jangka panjang.
Di Kelurahan Sukalarang, bantuan diserahkan secara simbolis dan langsung kepada sejumlah warga, di antaranya Titik Sirikit, Atimah, Siti Mamu, Titin, Wini Winarti, dan Enung.Sementara itu, di Kelurahan Benteng, kebahagiaan serupa dirasakan oleh para penerima manfaat seperti Erwana, Een, Ooy, Nenah, Nenih, Aan, Ciah, Ririn, dan Anggi. Bantuan modal usaha yang diberikan diharapkan menjadi motor penggerak bagi warga agar lebih mandiri dan produktif dalam meningkatkan taraf hidup keluarga.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa konsistensi pelaksanaan program 12 PAS bukan sekadar kegiatan seremonial pembagian bantuan. Strategi ini merupakan bagian dari skema makro pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menekan angka persoalan sosial di akar rumput.
“Inflasi di Kota Sukabumi berhasil kita tahan melalui kebijakan terintegrasi, mulai dari pasar murah, gerakan pangan murah, program 12 PAS, hingga optimalisasi peran Baznas,” kata Ayep Zaki di sela-sela kegiatannya.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil positif. Ayep memaparkan bahwa berdasarkan catatan terbaru, Kota Sukabumi berhasil menjaga laju inflasi di angka 2,77 persen.
“Capaian ini menempatkan Kota Sukabumi ke dalam jajaran rekor terbaik kesembilan secara nasional dalam hal pengendalian inflasi daerah,” tukasnya.
Keberlanjutan program 12 PAS ini juga tidak lepas dari kuatnya sinergi berbasis kolaborasi pentahelix. Pemerintah Kota Sukabumi menggandeng berbagai mitra strategis dari sektor korporasi, perbankan, hingga media massa, seperti Baznas, SCG, Telkom, Bank BJB, Pegadaian, serta Radar Sukabumi. Perwakilan dari para mitra ini turut hadir di lapangan untuk meninjau langsung efektivitas implementasi program.
Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi ini. Dengan program perlindungan dan pemberdayaan sosial yang berkelanjutan, pemerintah optimis target penurunan tingkat pengangguran terbuka dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi dapat tercapai secara signifikan. (darwan)



