Menyusuri Lorong Waktu, Tur Sejarah Spesial Forkopimda dan Pembuktian Prestasi Pariwisata Kota Sukabumi

Sukabumi (26 Agustus 2026) – Sejarah panjang Kota Sukabumi kembali disusuri secara langsung oleh jajaran pimpinan daerah, pada Rabu (26/08/2026),
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana memimpin perjalanan napak tilas bertajuk “Sukabumi City Tour”.
Edisi kali ini terbilang istimewa karena melibatkan sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bank BJB, Dinas Perhubungan, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).
Rombongan mengawalinya dari titik kumpul di Balai Kota Sukabumi. Rute perjalanan secara khusus didedikasikan untuk mengunjungi situs-situs bersejarah dan saksi bisu perjuangan bangsa yang tersebar di sudut-sudut kota.
Eksplorasi dimulai dari Museum Soekaboemi Tempo Doeloe, berlanjut ke Museum Setukpa Polri, menyambangi Rumah Tahanan Bung Hatta, hingga menelusuri jejak percampuran kebudayaan di Museum Tionghoa.

Program pariwisata perkotaan ini sejatinya telah menjadi daya tarik lintas wilayah yang konsisten menggaet antusiasme pelancong dari berbagai daerah.
“Sukabumi City Tour ini telah dilaksanakan dengan sukses dan diikuti kurang lebih oleh 800 peserta dari berbagai wilayah. Mereka tidak hanya datang dari kawasan Jawa Barat, tetapi banyak juga tamu dari luar provinsi. Nah, kalau tur hari ini terasa sangat spesial karena kita berkeliling menyusuri sejarah bersama seluruh elemen Forkopimda,” papar Wali Kota Sukabumi di sela-sela kegiatan.
Dalam skema regulernya, wisata keliling kota ini menyajikan layanan yang kental dengan sentuhan budaya lokal.
Wisatawan yang menjejakkan kaki di stasiun kereta api langsung disambut oleh paguyuban Mojang Jajaka.
Para pelancong tersebut kemudian diantar berkeliling menikmati estetika kota menggunakan kendaraan khusus yang telah disediakan.
Kualitas pelayanan para pendamping wisata ini pun terbukti unggul. Belum lama ini, perwakilan Mojang Jajaka Kota Sukabumi sukses menyabet penghargaan “The Best Parigel”, sebuah apresiasi di tingkat provinsi atas keterampilan dalam mempromosikan kebudayaan daerah.

Geliat pariwisata yang dikemas secara apik ini berbanding lurus dengan prestasi yang baru saja ditorehkan oleh Kota Sukabumi.
Ayep Zaki menambahkan Kota Sukabumi berhasil menduduki peringkat keempat dari 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat dalam tata kelola sektor pariwisata.
“Konsistensi pemerintah daerah dalam merawat peninggalan masa lalu dan mengemasnya menjadi atraksi wisata komprehensif menjadi kunci keberhasilan pariwisata,” tukasnya.
Kolaborasi lintas sektor pada rangkaian city tour ini menjadi penegasan bahwa sejarah merupakan denyut nadi yang mampu menghidupkan identitas dan daya tarik kota. (darwan)



