Info Sukabumi

Darurat Beban TPA Cimenteng, DLH Kabupaten Sukabumi Dorong Gerakan Memilah Sampah Sejak dari Dapur

SUKABUMI – Beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cimenteng di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kini berada dalam bayang-bayang ancaman serius. Volume sampah di fasilitas tersebut berpotensi terus membengkak jika pola penanganan di hulu masih mengandalkan cara lama: angkut lalu buang.

Menyikapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kunci utama menekan krisis lahan pembuangan adalah lewat pengurangan dan pemilahan sampah langsung dari sumbernya, baik dari skala rumah tangga maupun sektor usaha.

Hingga saat ini, DLH sebenarnya terus memacu pelayanan penangkutan sampah. Melalui enam Koordinator Wilayah (Koorwil) dan armada ratusan petugas kebersihan, sampah rutin dijemput dari Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di berbagai kawasan permukiman sesuai rute operasional.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, menjelaskan bahwa operasional harian ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Namun, ia mengingatkan bahwa produksi sampah harian terus dipasok oleh berbagai sektor massal—mulai dari domestik rumah tangga, industri, perkantoran, perhotelan, hingga restoran.

“Kami berkomitmen menciptakan keasrian dan kelestarian lingkungan dari timbulan sampah yang dihasilkan berbagai sektor. Namun, penanganannya butuh upaya bersama agar volume yang dibuang ke TPA bisa ditekan,” ungkap Dede, pada Senin (19/10/2026).

indihome sukabumi

Dede menggarisbawahi bahwa masalah lingkungan ini tidak akan selesai jika hanya bertumpu pada pundak pemerintah daerah. Peran aktif masyarakat mutlak diperlukan. Salah satu langkah konkret yang paling mendesak adalah membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.

Menariknya, langkah ini tidak sekadar mengurangi tumpukan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui program daur ulang.

“Strategi kami adalah bagaimana produksi sampah berkurang setiap harinya. Kami mendorong masyarakat memilah dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis tinggi. Penanganan sampah adalah kewajiban kita semua, bukan hanya beban pemerintah daerah,” tegas Dede.

Lewat momentum ini, DLH mengajak seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk mengubah perilaku dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan sederhana memilah sampah dari dapur dinilai mampu menjadi penyelamat TPA Cimenteng dari ancaman kelebihan kapasitas.

“Pengurangan sampah ini butuh kepedulian dan kesadaran masyarakat. Pemerintah daerah sudah mengoptimalisasikan pengangkutan di tiap wilayah, kini saatnya masyarakat bergerak bersama di hulu,” pungkasnya. (darwan/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button