TP PKK Kecamatan Sukabumi Fokus Perkuat 10 Program PKK dan Atasi Persoalan Sampah
SUKABUMI – Setelah resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Sukabumi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sukabumi, Hj. Rina Rosmaniar Japar, di Pendopo Sukabumi, Jumat (2/10/2026), dan dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar.
Inda Laila langsung menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sukabumi.
Inda Laila saat di wawancara di kantor kecamatan Sukabumi, Jum’at (2/10/2026) mengatakan, TP PKK Kecamatan Sukabumi akan melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai program yang sejalan dengan 10 Program Pokok PKK. Salah satu perhatian utama yang akan didorong adalah persoalan pengelolaan sampah di tingkat desa.
“Alhamdulillah hari ini TP PKK Kecamatan Sukabumi sudah dilantik. Ke depannya kami akan melaksanakan program-program yang sudah disampaikan oleh Bapak Bupati, terutama bagaimana kami bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan mengembangkan 10 Program PKK,” ujar Inda Laila.


Menurutnya, meskipun pelantikan baru dilaksanakan, TP PKK Kecamatan Sukabumi sebelumnya telah mulai membangun komunikasi dengan para kader PKK di desa.
“Kemarin kami sudah melaksanakan pertemuan dengan kader-kader PKK desa. Kami sudah menyampaikan apa yang ingin kami kembangkan di Kecamatan Sukabumi,” katanya.
Inda menuturkan, persoalan sampah menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, pihaknya bersama pemerintah kecamatan akan mendorong setiap desa agar semakin aktif dalam pengelolaan sampah.
“Yang paling rentan di Kecamatan Sukabumi ini salah satunya adalah pengelolaan sampah. Mudah-mudahan bersama Pak Camat ke depan ada perkembangan dalam pengelolaan sampah. Tiap desa akan kami genjot untuk lebih menyelesaikan masalah sampah,” ungkapnya.
Selain persoalan lingkungan, TP PKK Kecamatan Sukabumi juga akan meningkatkan pembinaan dan monitoring terhadap kader PKK di setiap desa.
Inda mengatakan, monitoring ke desa-desa akan mulai dilakukan pada bulan berikutnya sebagai bagian dari upaya memastikan program PKK berjalan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan Kecamatan Sukabumi lebih baik dan lebih maju lagi. Para penggerak PKK juga semakin semangat mengembangkan 10 Program PKK di desa,” harapnya.
Sementara itu, Camat Sukabumi Ade Rikman menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program TP PKK.
Menurutnya, pelantikan tersebut sekaligus memperkuat legalitas dan sinergi antara pemerintah kecamatan dengan TP PKK sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan pelantikan dan secara administratif sudah legal. Selama ini kita juga sudah bergerak dan akan terus mendukung program-program PKK yang berkaitan dengan visi Kabupaten Sukabumi,” kata Ade Rikman.
Ia menambahkan, keberadaan PKK sangat penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“PKK itu mitra yang harus diberdayakan, baik dalam masalah pertanian, pendidikan maupun kesehatan. Kita akan terus bersinergi dan berkolaborasi sehingga keberadaan PKK benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ade juga mendorong PKK untuk mengambil peran dalam pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT), pemberdayaan UMKM serta pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Kecamatan Sukabumi.
Terkait persoalan sampah, Ade menyebut hal tersebut merupakan pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kesadaran masyarakat, terutama dari lingkungan keluarga.
“Produsen sampah itu adalah keluarga. Karena itu harus ada kesadaran dari warga, terutama ibu-ibu di keluarga, untuk memilah sampah sejak dari dapur,” tegasnya.
Menurut Ade, sejumlah inovasi pengelolaan sampah telah dikembangkan di wilayah Kecamatan Sukabumi. Di antaranya pemanfaatan maggot yang dikelola melalui BUMDes serta pengolahan sampah plastik untuk didaur ulang menjadi produk bernilai guna seperti paving block.
“Kalau dari dapurnya tidak dipilah, akhirnya semua tercampur. Ini yang akan kita dorong. Insyaallah ke depan kita akan terus mengembangkan inovasi dan solusi untuk masalah persampahan,” ujarnya.
Ade berharap TP PKK tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan aksi nyata yang dirasakan langsung masyarakat.
“PKK harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah kecamatan. Jangan sampai hanya seremonial, selesai rapat kemudian selesai. Harapannya setiap kegiatan dan pertemuan ada aksi nyata yang ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Reporter : Nandre



