Ceria dan Berani: Hidupkan Edukasi Hak Anak, Stan DP3A Diserbu Pengunjung di Sukabumi Expo 2026

SUKABUMI – Gelak tawa dan riuh suara anak-anak mendadak pecah di salah satu sudut Lapang Cangehgar, Palabuhanratu. Di tengah kemeriahan Sukabumi Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, stan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi berubah menjadi ruang bermain yang hangat, interaktif, dan penuh edukasi bagi generasi penerus bangsa.
Kehadiran stan DP3A ini juga mendapat apresiasi tinggi sejak hari pertama pembukaan. Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi secara langsung menyambut kunjungan kehormatan dari Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Sekda Ade Suryaman, serta jajaran Forkopimda yang berkeliling meninjau 57 stan perangkat daerah dan umum di arena expo.
Di hadapan para pimpinan daerah, Agus Sanusi menegaskan komitmen penuh DP3A untuk terus mengawal program pemenuhan dan perlindungan hak perempuan dan anak, serta pengarusutamaan gender (PUG) secara berkelanjutan.
Komitmen ini bukan tanpa alasan, sebab pemenuhan hak anak merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi besar daerah: “Sukabumi Mubarakah: Memacu Agro Industri, Memajukan Pariwisata”.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan expo yang berlangsung dari 10 hingga 13 September 2026, stan DP3A terus dibanjiri pengunjung. Anak-anak dengan wajah berseri tampak mengantre dan sangat antusias mengikuti berbagai games serta kuis menarik yang disiapkan oleh panitia.


Suasana semakin humanis dan hidup saat sesi interaktif dimulai. Tidak ada sekat kaku antara birokrasi dan anak-anak. Dengan polos namun penuh percaya diri, anak-anak ini tampil berani mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar hak-hak mereka. Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Sukabumi kini tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan sadar akan haknya.
Melihat fenomena ini, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kabupaten Sukabumi, Arief Budhi Chermawan mengaku terkejut sekaligus bangga atas antusiasme luar biasa dari para pengunjung cilik tersebut.
“Kami sangat kaget sekaligus bangga melihat anak-anak begitu aktif dan berani bersuara di stan kami. Ini membuktikan bahwa edukasi mengenai hak anak bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Arief, pada Sabtu (12/09).


Momentum kedekatan dan keceriaan anak-anak di expo ini juga membawa angin segar bagi optimisme daerah. Menjelang pengumuman anugerah Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026, Arief menyatakan keyakinannya bahwa Kabupaten Sukabumi mampu mempertahankan kategori Nindya, bahkan optimis bisa melesat naik ke kategori Utama.
“Pemenuhan hak anak merupakan pilar penting dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah),” pungkasnya. (darwan)



