Info Sukabumi

DKP3 Kota Sukabumi Gelar FPD, Perkuat Transformasi Ekonomi dan Swasembada Pangan

Elmitra News – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi (DKP3) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) pada Kamis (12/02/2026) bertempat di ruang pertemuan DKP3, Jalan Cemerlang, Kota Sukabumi. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Ekonomi melalui Penguatan SDM Ekonomi Kreatif dan Layanan Publik Digital” sebagai bagian dari penyusunan rencana kerja tahun 2027.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana didampingi Kepala DKP3 Adrian Hariadi. Turut hadir perangkat daerah terkait, pimpinan instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyampaikan apresiasi atas kinerja DKP3 khususnya dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Berdasarkan data yang ada, inflasi di Kota Sukabumi tidak didominasi oleh komoditas pertanian, melainkan lebih banyak dipengaruhi komponen nasional dan internasional seperti harga emas, tarif listrik, kendaraan, serta sektor properti.

Bobby menegaskan bahwa ketersediaan stok beras pada tahun 2025 berada pada angka yang cukup baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menekan ketergantungan impor sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

“Upaya ini bukan hanya menjaga kestabilan harga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para petani dan peternak lokal,” kata Bobby.

indihome sukabumi

Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah terutama menjelang hari besar keagamaan. Program ini menjadi langkah antisipatif untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.

“Meskipun sektor pangan bukan penyumbang utama inflasi, intervensi ini tetap penting untuk memberikan rasa aman dan kemudahan akses bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Adrian Hariadi menyampaikan bahwa dalam FPD kali ini terdapat 35 usulan yang berasal dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi. Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat terakomodasi dalam Rencana Kerja Tahun 2027 sebab hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia bahwa tahun 2026 menjadi momentum penguatan program prioritas swasembada pangan.

Adrian juga menjelaskan bahwa secara geografis Kota Sukabumi diapit oleh dua kabupaten besar, yakni Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut menjadi potensi strategis dalam mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Sukabumi.

“Jika hanya mengandalkan lahan yang dimiliki, Kota Sukabumi baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan pangan, pertanian, dan perikanan. Karena itu, sinergi wilayah menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Kedepan, DKP3 berharap adanya intervensi dan dukungan dari Kementerian Pertanian dalam memaksimalkan metode pertanian di lahan terbatas.

“Inovasi seperti penerapan metode tanam yang lebih adaptif, bantuan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian seperti traktor, hingga pemanfaatan teknologi drone diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah perkotaan,” pungkasnya. (darwan)

Reporter : Azka

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button