Info Sukabumi

FPD Dinas Kesehatan Dorong Transformasi Penguatan SDM dan Layanan Publik berbasis Digital di Kota Sukabumi

Elmitra News – Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas layanan publik.

Hal tersebut disampaikannya, usai menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Kesehatan. Kegiatan yang dbuka oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, didampingi Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Bambang Herawanto, Direktur RSUD Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bertempat di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, pada Selasa (03/02/2026).

Menurut Ida, Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong transformasi pembangunan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif serta optimalisasi layanan publik berbasis digital.

Salah satu fokus utama Dinas Kesehatan adalah menekan angka kematian ibu dan bayi sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi outcome penting yang ingin kita capai. Ini harus selaras dengan target pembangunan kesehatan yang sudah direncanakan,” ucap Ida Halimah, pada Selasa (03/02/2026).

indihome sukabumi

Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus mendorong berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, seperti Tuberkulosis (TB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurutnya, edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit menular.

“Kasus TB masih menjadi perhatian besar kami, terutama dalam penemuan kasus dan peningkatan angka kesembuhan. Begitu juga DBD, yang sebenarnya bisa dicegah jika ditangani sejak dini. Keterlambatan penanganan dapat berujung pada kondisi kritis hingga kematian,” ujarnya.

Terkait upaya penurunan stunting, Ida Halimah mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan turut memanfaatkan dana zakat yang dikelola bersama BAZNAS untuk mendukung intervensi sensitif, salah satunya melalui perbaikan sanitasi dan akses jamban layak bagi keluarga sasaran.

“Banyak kasus stunting yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, seperti sanitasi yang tidak memadai. Oleh karena itu, intervensi tidak hanya soal gizi, tetapi juga perbaikan sanitasi dan kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.

Ida juga menyoroti program “Satu Telur Satu Pegawai” yang merupakan inisiasi Wali Kota Sukabumi dan dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah. Program ini ditujukan untuk mendukung penanganan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita stunting.

“Di Dinas Kesehatan, kami telah menetapkan sasaran penerima program, di antaranya sekitar 40 ibu hamil KEK dan 232 balita KEK. Intervensi dilakukan secara berkelanjutan dan akan dievaluasi setelah enam bulan untuk melihat hasilnya,” jelas Ida.

Lebih lanjut, Ida Halimah optimistis target penurunan stunting di Kota Sukabumi dapat tercapai. Saat ini angka stunting berada di kisaran 19,7 persen, dan ditargetkan turun menjadi 16 persen pada tahun 2026.

“Mudah-mudahan dengan berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, capaian kita bisa lebih baik dan mendekati bahkan melampaui target nasional,” pungkasnya.

Pada kegiatan FPD Dinkes tersebutm juga dilaksanakan penyerahan berbagai bentuk bantuan dan penghargaan. Diantaranya bantuan bagi keluarga stunting, bantuan kepesertaan BPJS bagi pasien yang tengah menjalani perawatan di RSUD Syamsudin SH, serta penghargaan kepada tiga puskesmas dengan kriteria terbaik dalam penerapan 3R dan tata kelola, serta pelayanan publik.

Selain itu, Dinkes juga memberikan penghargaan kepada yayasan pemerhati HIV/AIDS  dan LKI ( Lembaga sosial yang fokus kepada Lansia ) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam mendukung upaya pencegahan, pendampingan, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button