Temu Kader TPK Pendistribusian MBG 3B Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi

Elmitra News – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya stunting, di antaranya pernikahan dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap terjadinya stunting.
Hal tersebut disampaikannya, saat menghadiri kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, pada Senin (12/01/2026).
Kegiatan yang turut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Roswandi dan Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha, sebagai upaya mendukung pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non-PAUD (MBG 3B).
Selain MBG 3B, lanjut Wihaji, pemerintah juga terus menguatkan berbagai program percepatan penurunan stunting, salah satunya melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
“Sukabumi dipilih karena Jawa Barat memiliki jumlah TPK terbesar secara nasional. Dari total 597.692 TPK di seluruh Indonesia, Jawa Barat menjadi salah satu yang paling besar. Kabupaten Sukabumi sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, dengan 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan,” ungkapnya.
Menurutnya, jika program percepatan penurunan stunting dan MBG 3B berhasil di Jawa Barat, maka hal tersebut akan berdampak signifikan terhadap capaian nasional.
“Alhamdulillah, penurunan stunting di Jawa Barat cukup luar biasa. Ini hasil kerja bersama pemerintah daerah, kader, dan seluruh elemen,” pungkasnya.


Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI di tengah masyarakat yang membawa program antisipasi stunting.
“Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi menjadi semangat baru dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa peran para kader TPK sangat penting dalam rantai distribusi dan edukasi Program MBG 3B. Para kader bertugas mendistribusikan bantuan, memberikan edukasi gizi seimbang, serta mendampingi keluarga penerima manfaat secara langsung di lapangan.
“Kami optimis, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kolaborasi yang solid, Eka optimis pelaksanaan program SPPG di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Kabandungan, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Hingga saat ini tercatat sebanyak 3.226 sasaran telah menerima manfaat MBG 3B di wilayah Kecamatan Kabandungan, Sukabumi,” jelasnya.
Eka juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama para kader yang penuh dedikasi dalam mendampingi keluarga di lapangan.


Dalam kesempatan itu dilakukan kunjungan keluarga rawan stanting (KRS) dan rutilahu di Kp. Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan dan Kp. Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugubandung. (darwan)



