Info Sukabumi

Perkuat Pengendalian Penyakit, Wali Kota Sukabumi Luncurkan Rabies Center di 3 Puskesmas

Elmitra News – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pengendalian penyakit melalui sinergi berbagai pihak. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Akselerasi Pengendalian Penyakit Melalui Kemitraan Strategis dan Launching Rabies Center Puskesmas yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, pada Rabu (24/06/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta tersebut mengusung tema “Bagaimana Peran Lintas Sektor dalam Menangani Tuberkulosis, Meningkatkan Cakupan Imunisasi, dan Launching Rabies Center.” Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran perangkat daerah terkait, para camat dan lurah se-Kota Sukabumi, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, Ketua MUI Kota Sukabumi, organisasi dan komunitas peduli tuberkulosis, mitra pembangunan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berperan aktif dalam pengendalian penyakit di Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat peran lintas sektor dalam pengendalian tuberkulosis (TB), meningkatkan dukungan para pemangku kepentingan terhadap pencapaian target imunisasi, serta memperkuat koordinasi dan kemitraan dalam pengendalian penyakit menular di Kota Sukabumi.

Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Rabies Center di Puskesmas Cipelang, Puskesmas Baros, dan Puskesmas Sukabumi sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gigitan hewan penular rabies.

Dalam paparannya, Kepala Dinas Kesehatan Ida Halimah menjelaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Pada tahun 2025, jumlah kasus TB yang ditemukan di Kota Sukabumi mencapai lebih dari 3.000 kasus.

indihome sukabumi

“Meski capaian penemuan kasus tergolong baik, keberhasilan pengobatan masih belum mencapai target nasional sebesar 90 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas,” ungkapnya.

Sementara itu, capaian imunisasi di Kota Sukabumi telah mencapai sekitar 99 persen. Meski demikian, upaya peningkatan cakupan terus dilakukan agar hasil yang dicapai semakin optimal dan merata.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui Gerakan Bersama Meningkatkan Cakupan Imunisasi (GEMPITA) yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga unsur kewilayahan.

Terkait pengendalian rabies, Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa layanan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies telah tersedia sejak tahun 2017 di RSUD Al Mulk.

“Kini, akses pelayanan tersebut semakin diperluas melalui pembentukan Rabies Center di tiga puskesmas sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Ida juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam mendukung berbagai program pengendalian penyakit di Kota Sukabumi.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa berbagai persoalan kesehatan tidak dapat ditangani oleh sektor kesehatan semata.

“Diperlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” kata Ayep Zaki.

Menurutnya, persoalan kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai isu pembangunan lainnya, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga tuberkulosis. Oleh karena itu, penguatan koordinasi dan pemantauan di tingkat kewilayahan menjadi langkah penting dalam memastikan setiap program berjalan efektif.

“Kita harus memastikan berbagai program kesehatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni. Data harus terus dimonitor dan dipantau. Saya meminta para camat dan lurah untuk aktif mengawal berbagai program kesehatan di wilayah masing-masing agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa penanganan tuberkulosis harus menjadi perhatian seluruh pihak. Ia berharap jumlah kasus yang ada dapat terus ditekan melalui penguatan kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Tolong minimal jangan bertambah, tetapi harus terus menurun. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ayep Zaki menyampaikan bahwa Kota Sukabumi memiliki jaringan pelayanan kesehatan yang cukup baik melalui keberadaan 15 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran Rabies Center di tiga puskesmas dinilai akan semakin memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kasus gigitan hewan penular rabies.

“Alhamdulillah hari ini kita memiliki Rabies Center. Saya kira ini akan membantu pelayanan menjadi lebih efektif. Yang tidak kalah penting, keberadaan layanan ini harus terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui ke mana harus mendapatkan pelayanan apabila terjadi kasus gigitan hewan penular rabies,” tambahnya.

“Saya juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan kesehatan yang selama ini mendukung berbagai program kesehatan di Kota Sukabumi,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan lintas sektor dalam pengendalian tuberkulosis, meningkatkan cakupan imunisasi, memperluas akses pelayanan rabies, serta mempercepat terwujudnya masyarakat Kota Sukabumi yang sehat, produktif, dan berkualitas. (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button