Info Sukabumi

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Sukabumi Targetkan Capai Kategori Utama KLA

Elmitra News – Pemkab Sukabumi melalui Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) menegaskan bahwa Kabupaten Sukabumi berada pada peringkat Nindya, dan sedang berupaya keras untuk mencapai predikat tertinggi, yakni Kabupaten Layak Anak.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas KLA, Boyke Martadinata dalam momen evaluasi dan percepatan pemenuhan indikator KLA menjelang batas akhir penginputan data pada 30 April 2026, di Pendopo Sukabumi, pada Selasa (28/04/2026).

Boyke mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah dan lintas sektor lainya untuk segera menuntaskan tugas administratif dan penyediaan bukti fisik (evidence).

“Masalah anak sudah menyangkut semua sektor, mulai dari pemenuhan psikologi, kebutuhan ekonomi, akses pelayanan kesehatan, hingga intervensi pendidikan,” ungkapnya.

Boyke juga menekankan pentingnya delegasi tugas yang jelas di setiap satuan kerja agar target penilaian tercapai.

indihome sukabumi

“Setiap kebijakan baru, mekanisme, dan aplikasi dari setiap unsur pimpinan harus segera dilaksanakan dan dilaporkan. Waktu kita tinggal dua hari lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi,  Agus Sanusi menyampaikan bahwa hingga 20 April 2026, capaian evaluasi mandiri KLA Kabupaten Sukabumi baru menyentuh angka 578,82 dari total 1.000 poin. Angka ini masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya yang mencapai 848 poin.

“Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa hari sebelum batas akhir penginputan, diperlukan upaya percepatan yang lebih terarah, terkoordinasi, dan fokus. Keberhasilan Kabupaten Layak Anak bukanlah tanggung jawab satu perangkat daerah semata, melainkan hasil kolaborasi seluruh gugus tugas,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Shindy Dyah Ayu Lestari, yang turut hadir secara daring memaparkan bahwa berdasarkan hasil verifikasi provinsi sementara, nilai Kabupaten Sukabumi berada di angka 750,53—masih di level Nindya.

“Kami mendorong Kabupaten Sukabumi untuk memaksimalkan sisa waktu dua setengah hari ini. Masih ada lima klaster kelembagaan yang harus dipenuhi datanya oleh teman-teman perangkat daerah,” pintanya.

Shindy juga menambahkan bahwa saat ini, dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, belum ada satu pun yang berhasil meraih predikat tertinggi KLA.

“Jika semua mengisi dokumen kebijakan, inovasi, dan MoU, saya yakin nilainya akan terdongkrak signifikan,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang PHA DP3A Kabupaten Sukabumi Elis Saja’ah menjelaskan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Sukabumi hari ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh indikator pemenuhan hak anak dapat dituntaskan tepat waktu.

“Rakor ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga ruang refleksi bahwa di balik setiap capaian angka, ada hak anak yang harus benar-benar kita hadirkan,” kata Elis.

Dengan capaian evaluasi mandiri yang masih perlu dikejar dan waktu yang semakin terbatas, seluruh Gugus Tugas didorong untuk bergerak lebih cepat, lebih fokus, dan lebih kolaboratif.

“Bagi Bidang PHA, ini bukan sekadar soal target, tetapi tentang memastikan anak-anak di Kabupaten Sukabumi mendapatkan haknya secara nyata,” tambahnya.

“Mari kita tuntaskan bersama, karena setiap langkah kita hari ini, menentukan masa depan mereka,” tandas Elis. (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button