Info Sukabumi

Peringatan Nuzulul Qur’an, Momentum Pemerintah dan Masyarakat Berhijrah Menuju Sukabumi Sejahtera

Elmitra News – Pemerintah Kota Sukabumi bekerjasama dengan pengurus DKM Masjid Agung Kota Sukabumi menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi, pada Jumat (06/0/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Momentum Meningkatkan Iman dan Taqwa Melalui  Cahaya Al-qur’an” tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati masjid untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menyampaikan malam Nuzulul Qur’an adalah malam kemuliaan bagi umat Islam.

“Malam ini merupakan malam yang luar biasa, malam diturunkannya Al-Qur’an. Pada tanggal 17 Ramadan berdasarkan penanggalan hijriyah atau qomariyah, yang berbeda dengan penanggalan syamsiah atau masehi,” kata Wali Kota.

Wali Kota mengibaratkan kepemimpinan pemerintahan seperti hubungan antara imam dan makmum dalam salat berjamaah.

indihome sukabumi

Ayep Zaki menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas dan keteladanan agar dapat diikuti oleh seluruh aparatur.

“Saya memiliki jabatan konstitusional yang mengacu kepada undang-undang. Mirip seperti tadi kita salat berjamaah, ada imam dan ada makmum. Imam harus memiliki wudhu, begitu juga makmum. Kalau saya sebagai pemimpin ingin jujur dan amanah, maka seluruh perangkat daerah juga harus jujur dan amanah,” tegasnya.

Lebih jauh, Wali Kota menyampaikan harapannya agar semangat nilai-nilai Al-Qur’an dapat mendorong perubahan menuju peradaban yang lebih baik. Ia mengajak seluruh elemen untuk memiliki niat yang sama dalam membangun kota.

“Kalau niat ingin hijrah, maka kita akan mendapatkan rido-Nya. Kota Sukabumi harus berhijrah dari kemiskinan menjadi sejahtera, dari pengangguran yang tinggi menjadi rendah, dari stunting 19 persen menjadi nol persen,” harapnya.

“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada peran perangkat daerah sebagai pelaksana program pemerintah,” tambahnya.

Menurutnya, negara telah memberikan kewenangan, fasilitas, serta anggaran kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Negara telah memberikan fasilitas dan meminta kita untuk menyejahterakan Kota Sukabumi. Jika kita tidak menjalankan itu, maka sama seperti salat yang tidak sah atau batal,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Sukabumi, H. Totong Suparman menjelaskan bahwa Masjid Agung memiliki berbagai program keagamaan yang digelar sejak sebelum Ramadan, selama Ramadan, hingga setelah bulan suci berakhir.

“Alhamdulillah di Masjid Agung ini banyak kegiatan yang dilaksanakan, mulai dari sebelum Ramadan, selama Ramadan, hingga pasca Ramadan. Pada pertengahan Ramadan ini kita memperingati Nuzulul Qur’an yang dihadiri Wali Kota Sukabumi bersama jajaran pemerintah daerah, ormas Islam, serta masyarakat,” ujarnya.

H. Totong meyebut malam Nuzulul Qur’an merupakan malam istimewa dibandingkan malam-malam lainnya di bulan Ramadan. Karena itu, agenda kegiatan yang digelar pun lebih padat dengan muatan penguatan nilai-nilai tauhid dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang diamalkan oleh setiap muslim.

“Tauhidnya lebih ditekankan pada bagaimana kita mengejawantahkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bukan sekadar membaca, tapi bagaimana kita mengamalkannya, karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut juga berlangsung momen haru ketika seorang pria berusia 26 tahun menyatakan diri memeluk Islam. Ia menjadi mualaf kedua yang dibimbing di Masjid Agung Sukabumi selama bulan Ramadan tahun ini.

“Dalam sebulan ini sudah ada dua orang yang menjadi mualaf. Yang pertama berasal dari luar Sukabumi, dan yang kedua warga Sukabumi sendiri, masih muda berusia 26 tahun. Ini menjadi momentum yang sangat berarti di pertengahan Ramadan,” imbuhnya.

H. Totong berharap berbagai program yang digelar di Masjid Agung Sukabumi dapat terus meningkatkan ketakwaan umat serta menumbuhkan semangat masyarakat untuk memakmurkan masjid.

“Ramadan menjadi sarana latihan spiritual bagi umat Islam agar nilai-nilai ketakwaan yang diperoleh selama bulan suci dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

“Harapannya setelah Ramadan ini, semua kegiatan menjadi bagian dari latihan untuk meningkatkan ketakwaan kita. Setelah itu kita bisa merasakan hasilnya dengan menjalankan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari hingga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” pungkasnya. (darwan)

Reporter : Julio

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button