Komnas Perempuan Gelar Peluncuran CATAHU 2025

Elmitra news – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyelenggarakan peluncuran Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 pada hari Jumat, 6 Maret 2026 secara hybrid, berlangsung di Gedung Komnas Perempuan Jl. Latuharhary No.4B, RT.1/RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat
Peluncuran ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan situasi kekerasan terhadap perempuan di Indonesia sepanjang tahun 2025 sekaligus mendorong langkah nyata untuk melindungi korban,
Peluncuran CATAHU 2025 mengusung tema “Menguatkan Data, Mengatasi Kerentanan, Mendesak Negara Bersikap untuk Keadilan Korban.” Tema tersebut menekankan pentingnya penguatan data berbasis pengalaman korban agar kebijakan, hukum, dan layanan negara benar-benar berpihak kepada korban serta mampu mencegah kekerasan terhadap perempuan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, Kasubbagrenmin Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri, AKBP Sri Bhayangkari, Sekretaris Nasional Forum Pengada Layanan, Ferry Wira Padang, Editor in Chief dan Penanggung Jawab IDN Times, Uni Lubis, dan diikuti oleh masyarakat melalui Zoom Meeting maupun siaran langsung YouTube Komnas Perempuan


Laporan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan
CATAHU merupakan laporan tahunan Komnas Perempuan yang mendokumentasikan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Laporan ini telah disusun sejak tahun 2001 dan menjadi salah satu instrumen penting dalam pemantauan serta advokasi kebijakan terkait perlindungan perempuan
Melalui laporan tersebut, Komnas Perempuan menghimpun dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk lembaga layanan yang dikelola masyarakat sipil, lembaga pemerintah di berbagai daerah, organisasi gerakan perempuan, serta pengaduan langsung yang diterima melalui Unit Pengaduan dan Rujukan Komnas Perempuan
Selain menyajikan angka dan tren kekerasan berbasis gender, CATAHU juga memuat analisis mengenai pola kekerasan, konteks sosial yang melatarbelakangi kasus, hambatan akses keadilan bagi korban, hingga evaluasi terhadap kebijakan dan layanan negara dalam penanganan kasus kekerasan.
Komnas Perempuan menegaskan bahwa data dalam CATAHU kerap menggambarkan fenomena gunung es, karena banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang tidak dilaporkan.
Berbagai faktor seperti ketakutan korban, stigma sosial, keterbatasan akses layanan, serta rendahnya kepercayaan terhadap sistem hukum menjadi penyebab banyak kasus tidak tercatat secara resmi.
Tiga Ranah Kekerasan terhadap Perempuan
Dalam kerangka analisisnya, Komnas Perempuan membagi kekerasan terhadap perempuan ke dalam tiga ranah utama, yaitu ranah personal, ranah publik, dan ranah negara
Selain itu, laporan juga menyoroti berbagai isu khusus yang memerlukan perhatian serius, termasuk kekerasan berbasis teknologi serta tantangan dalam memberikan hak-hak korban
Melalui pemetaan tersebut, Komnas Perempuan berupaya memberikan gambaran komprehensif mengenai situasi kekerasan terhadap perempuan di Indonesia sekaligus mendorong kebijakan pembaruan yang lebih responsif terhadap kebutuhan korban
Dorong Kebijakan dan Peran Media
Peluncuran CATAHU 2025 tidak hanya bertujuan menyampaikan data, tetapi juga memperkuat advokasi kebijakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dari kekerasan
Secara khusus, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain menyampaikan tren dan pola kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2025, menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, serta memperkuat peran media dalam menyebarkan luaskan informasi yang berperspektif korban dan berkeadilan gender
Selain itu, peluncuran ini juga diharapkan mampu menghimpun tanggapan dan masukan dari masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan terhadap temuan dan rekomendasi dalam laporan CATAHU 2025


Diskusi di moderatori oleh Komisioner Komnas Perempuan Daden Sukendar.
Peserta kegiatan meliputi perwakilan kementerian dan lembaga negara, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, lembaga layanan perempuan dan anak, akademisi, peneliti, media massa, hingga masyarakat umum yang mengikuti secara berani
Momentum Mendorong Keadilan bagi Korban
Melalui peluncuran CATAHU 2025, Komnas Perempuan berharap laporan ini dapat menjadi alat advokasi yang kuat bagi berbagai pihak dalam memperjuangkan perlindungan perempuan dari kekerasan
Komnas Perempuan juga mendorong pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas untuk mengambil langkah nyata dalam memastikan sistem hukum, kebijakan, serta layanan publik benar-benar memberikan keadilan, perlindungan, dan pemulihan bagi korban kekerasan terhadap perempuan
Dengan momentum Hari Perempuan Internasional, peluncuran laporan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen nasional untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan dan mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan setara. (Ndre)



