Info Sukabumi

Wali Kota Sukabumi Targetkan PAD Rp650 Miliar, 26 Indikator Kinerja Harus Terintegrasi

Elmitra News – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pentingnya integrasi 26 indikator kinerja utama di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Seluruh indikator tersebut diminta berjalan selaras dan tidak parsial, dengan target nilai minimal 80 sebagai standar bersama.

Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota Sukabumi yang digelar di Oproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Kamis (26/2). Rapat turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, jajaran asisten daerah, kepala perangkat daerah, serta sekretaris OPD.

Evaluasi Kinerja dan Akselerasi PAD

Agenda utama rapat meliputi evaluasi capaian kinerja, penguatan indikator strategis, serta percepatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026.

Sejumlah perangkat daerah memaparkan kinerja terbaik berbasis Key Performance Indicator (KPI), di antaranya RSUD R. Syamsudin, S.H., Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi.

indihome sukabumi

RSUD menekankan penguatan manajemen berbasis indikator, efisiensi operasional, serta optimalisasi aset sebagai salah satu kontributor PAD terbesar daerah.

Dinas Kesehatan melaporkan 253 inovasi yang mulai dijalankan sejak Januari 2026, dengan fokus percepatan penurunan stunting. Sebanyak 232 balita usia di bawah dua tahun menjadi prioritas intervensi gizi spesifik, disertai intervensi sensitif seperti perbaikan sanitasi dan penguatan sosial ekonomi keluarga.

Sementara itu, Disdukcapil mencatat penerbitan lebih dari 10 ribu dokumen kependudukan hingga Januari 2026 dari target tahunan 122.602 dokumen. Reformasi birokrasi ditargetkan meningkat hingga 78 persen, serta perluasan pemanfaatan data kependudukan ke 14 OPD.

Optimalisasi Aset dan Lonjakan Target PAD

Dalam arahannya, Wali Kota juga menyoroti optimalisasi aset daerah, termasuk pengelolaan penggilingan padi di bawah DKP3 dengan kapasitas 10 ton per hari dan proyeksi produksi 250 ton per bulan. Aset tersebut diperkirakan mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp1,4 miliar per tahun.

Secara fiskal, Pemkot Sukabumi menargetkan PAD 2026 sebesar Rp650 miliar, meningkat signifikan dari realisasi sebelumnya Rp491,9 miliar. Hingga Januari 2026, realisasi PAD tercatat naik 16 persen secara year on year, dengan 19 perangkat daerah sebagai penyumbang, dan RSUD menjadi kontributor terbesar.

BPKPD ditargetkan meningkatkan pendapatan 23 persen menjadi Rp160,6 miliar. Percepatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) juga akan diperkuat melalui pelimpahan pengelolaan teknis kepada camat guna meningkatkan koordinasi wilayah.

Data sementara menunjukkan Kecamatan Lembursitu mencatat kenaikan signifikan hingga 145 persen, sementara Cikole, Warudoyong, Baros, dan Cibeureum menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Luncurkan Produk Air Minum TBW

Dalam forum tersebut, pemerintah juga meluncurkan Air Minum Dalam Kemasan TBW Kota Sukabumi sebagai bagian dari strategi peningkatan kemandirian ekonomi dan sumber PAD baru berbasis optimalisasi aset daerah.

Wali Kota menegaskan, apabila target tidak tercapai, evaluasi akan dilakukan dari lima aspek utama: sumber daya manusia, manajemen, material pendukung, sistem, dan anggaran.

Rapim ini menandai komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat tata kelola berbasis kinerja, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menjaga stabilitas fiskal daerah sepanjang 2026. (Julio)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button