RESPONS CEPAT SATGAS MBG: Andri Setiawan Perketat Pengawasan dan Evaluasi Menu Ramadan di Kota Sukabumi
Elmitra News – Kepala Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi yang juga Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Setiawan, merespons cepat berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas menu MBG yang viral di media sosial terutama saat ramadhan belakangan ini.
Keluhan yang beredar itu langsung ditindaklanjuti dengan pengetatan pengawasan serta evaluasi menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.
Andri yang ditemui dikantornya pada Kamis (26/2/2026) menegaskan, pihaknya telah bergerak melakukan monitoring ke sejumlah sekolah sejak 23 Februari 2026 lalu. Salah satunya dengan melakukan inspeksi langsung ke SMAN 1 Sukabumi serta beberapa sekolah lainnya.
“Kami menerima banyak kritik dan saran dari masyarakat. Seluruh tim Satgas, mulai dari tingkat koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), hingga kepala SPPG, langsung turun ke lapangan untuk memastikan kualitas menu sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Andri, pelaksanaan MBG saat ini juga mengacu pada surat edaran bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2026 dari Badan Gizi Nasional (BGN) tentang penyesuaian penyaluran MBG selama bulan Ramadan. Dimana selama Ramadan, menu yang sebelumnya berupa makanan basah disesuaikan menjadi makanan kering agar lebih tepat sasaran dan mudah dikonsumsi saat berbuka.
Setiap Porsi MBG :
Porsi besar : Rp.10.000 untuk makanan, Rp.3.000 untuk operasional dan Rp. 2.000 untuk Insentif.
Porsi Kecil : Rp. 8.000 untuk makanan, Rp.3.000 untuk operasional dan Rp.2.000 untuk insentif
“Untuk porsi kecil senilai Rp8.000 diperuntukkan bagi balita, siswa TK/PAUD serta siswa SD kelas 1 sampai kelas 3. Sementara porsi besar senilai Rp10.000 diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa SD kelas 4 hingga SMA. Dan senilai Rp5000 terdiri dari Rp3000 untuk biaya listrik dan sewa Gedung”. Jelasnya
Ia juga menanggapi kritik soal penggunaan ubi sebagai pengganti nasi dalam menu. Menurutnya, penggunaan ubi sudah sesuai pedoman BGN sebagai alternatif sumber karbohidrat.
“Secara gizi, ubi bisa menjadi pengganti nasi. Bahkan bisa dikreasikan menjadi menu seperti bubur dengan tambahan susu dan keju. Namun tentu kami evaluasi kembali agar bisa lebih diterima oleh anak-anak,” jelasnya.
Untuk mempermudah pengawasan, Andri meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan MBG. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center SAGI 127 yang akan diteruskan ke BGN maupun langsung melalui kanal media sosial pribadi Andri.
Menutup keterangannya, Andri menegaskan bahwa Satgas MBG Kota Sukabumi tidak antikritik dan justru menjadikan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi. “Kegiatan belajar mengajar sudah berjalan. Kami harap dalam minggu-minggu ini seluruh perbaikan menu bisa optimal. Jangan antikritik, karena semua ini demi perbaikan program MBG di Kota Sukabumi agar berjalan lebih baik,” pungkasnya. (Ndre)



