Info Sukabumi

Perkuat Literasi dan Arsip Digital, Dispusipda Kota Sukabumi Gelar FPD Penyusunan Renja

Elmitra News – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Sukabumi, Kamis (05/02/2026), dengan mengusung tema “Transformasi Ekonomi Melalui Penguatan SDM, Ekonomi Kreatif, dan Pelayanan Publik Digital.”

Forum dipimpin langsung oleh Kepala Dispusipda Kota Sukabumi Olga Pragosta serta dihadiri seluruh jajaran Dispusipda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, unsur Bank BJB cabang Sukabumi, perwakilan Gramedia, para Duta Baca, penggiat literasi, serta tamu undangan lainnya.

FPD merupakan wadah strategis kolaborasi antar pemangku kepentingan guna mempercepat pembangunan daerah serta mendorong perangkat daerah untuk terus berinovasi dan memperkuat tata kelola organisasi. Hal ini disampaikan Kepala Dispusipda Olga Pragosta dalam sambutannya yang mewakili Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program dan kegiatan Dispusipda dengan visi pembangunan Kota Sukabumi, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas guna mendukung terwujudnya Sukabumi Bercahaya,” kata Olga.

Olga juga menyampaikan bahwa program prioritas Dispusipda Tahun 2027 masih akan difokuskan pada penguatan literasi dan peningkatan minat baca masyarakat, serta perbaikan tata kelola kearsipan, sebagaimana menjadi fokus pada tahun sebelumnya.

indihome sukabumi

“Berbagai ide dan masukan disampaikan dalam FPD ini, baik dari pustakawan, penggiat literasi, maupun unsur lainnya. Semua masukan tersebut akan kami tindak lanjuti, termasuk dukungan terhadap program Wali Kota terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan dibekali kemampuan literasi agar menjadi PMI yang unggul dan mampu bersaing di kancah internasional,” jelasnya.

Terkait pengelolaan arsip, Olga menambahkan bahwa saat ini perangkat daerah di Kota Sukabumi masih memiliki keterbatasan dalam penyimpanan arsip, baik dari sisi ruang maupun sumber daya, dengan masa simpan maksimal lima tahun.

“Kedepan, kami akan terus melakukan inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip sebagai dokumen negara yang mencatat seluruh aktivitas pemerintahan. Kami juga akan mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar memberikan perhatian lebih terhadap penyelamatan arsip,” tandasnya.

Kegiatan FPD ditutup dengan penampilan paduan suara Gita Literasi, serta penyerahan wakaf 66 mushaf Al-Qur’an dari Gramedia kepada Perpustakaan Kota Sukabumi yang diterima secara simbolis oleh Kepala Dispusipda Kota Sukabumi. (darwan)

Reporter : Azka

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button