Info Sukabumi

Wali Kota Sukabumi tegaskan Komitmennya tingkatkan APBD melalui optimalisasi PAD : Musrengbang Kec. Baros

elmitra news – Wali Kota Sukabumi didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi Mohammad Hasan Asari menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Baros yang digelar di Aula Kecamatan Baros, Senin (27/1/2026).

Musrenbang Kecamatan Baros merupakan bagian dari rangkaian proses perencanaan pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2027 yang dilaksanakan secara berjenjang dan partisipatif, mulai dari tingkat RW, kelurahan, hingga kecamatan.

Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan agenda rutin untuk menyusun arah pembangunan, khususnya untuk tahun 2027, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Sukabumi.

Ia kembali menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan daerah bersumber dari APBD

Selain mengulas besaran APBD 2026, ia memaparkan harapan besar peningkatan PAD sekitar Rp535 miliar.

“Saya berkomitmen untuk meningkatkan APBD melalui optimalisasi PAD, dengan target kenaikan belanja daerah hingga Rp1,32 triliun dan PAD mencapai sekitar Rp650 miliar,” tegasnya.

Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja nyata seluruh perangkat daerah serta partisipasi aktif masyarakat sebagai kontributor utama PAD.

Ia juga menyoroti tantangan pembangunan Kota Sukabumi yang telah berusia 112 tahun, di antaranya masih adanya sekitar 8.900 warga miskin ekstrem, 65.000 warga dalam kelompok desil 1 dan 2, serta sekitar 15.000 pengangguran.

indihome sukabumi

Kondisi di atas, ditegaskan oleh Wali Kota, harus dibenahi secara bersama-sama agar kualitas Kota Sukabumi tidak tertinggal dari kota-kota lain.

Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja bersama dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.

Ia berharap, dengan kebersamaan dan ikhtiar kolektif, Kota Sukabumi mampu bangkit dan kembali menjadi salah satu kota terbaik di Jawa Barat sebagaimana prestasi yang pernah diraih pada masa lalu.

Sementara itu, Camat Baros Angga Sugia Wijaya menjelaskan bahwa proses perencanaan pembangunan diawali dari rembug warga sebagai forum penting untuk menyelaraskan pembangunan kelurahan melalui tujuh pilar pembangunan

“Beberapa capaian dan inovasi di Kecamatan Baros, antara lain peningkatan pendapatan di awal tahun 2026, upaya pengurangan pengangguran melalui pendaftaran pekerja migran, inovasi layanan Pajak Bumi dan Bangunan melalui peluncuran Pojok Layanan PBB Tuntas, serta program Selasih (Selasa Berbagi Kasih) sebagai bentuk kepedulian terhadap percepatan penurunan stunting dengan pemberian asupan makanan bergizi kepada warga,” paparnya.

Camat Baros menegaskan bahwa perencanaan pembangunan akan berjalan optimal apabila seluruh pihak bekerja bersama dan saling mendukung. Hal tersebut, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan di tingkat kecamatan dan kelurahan. (Ndre)






Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button