Info Sukabumi

Diarpus Ajak Orang Tua Didik Anak Dengan Kegiatan Positif Lewat Tandem Baper

Elmitra News – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi menyelengarakan kegiatan Tinggalkan Android dalam Empat Jam bareng Perpustakaan (Tandem Baper) bersama anak TK/PAUD dan SD sederajat di Gedung Perpustakaan, Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat, pada Senin (05/11/2026).

Kegiatan Tandem Baper dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ade Suryaman, didampingi Kepala Diarpus, Kepala Disdik, Kepala Disdukcapil dan Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengimbau para orangtua agar tidak membiasakan memberikan gawai kepada anak-anak, hal itu agar anak tidak kecanduan menggunakan produk tersebut.

“Biar anak tenang sering menjadi alasan orangtua memberikan gawai kepada anak-anak. Padahal, gawai itu bisa membuat kecanduan. Bahkan bila terlalu lama menggunakannya bisa menyebabkan iritasi mata,” ucapnya.

Menurut Sekda, anak-anak dapat diarahkan kepada berbagai kegiatan positif. Sehingga mereka tidak terfokus bermain gawai.

indihome sukabumi

“Cara agar mereka tidak kecanduan gawai, bisa diarahkan kepada kegiatan positif. Semisal anak yang suka animasi, bisa diarahkan belajar animasi,” ujarnya.

Terkait hal itu, Sekda menyambut baik kegiatan Tandem Baper yang digagas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kegiatan ini sangat baik dalam mengurangi kecanduan anak terhadap gawai.

“Di sini, anak belajar berbagai hal sesuai minatnya. Sehingga, keinginan memakai gawai bisa sedikit terkendali,” ungkapnya.

Selain itu, sekda pun mengingatkan para orangtua agar mendidik anak sebaik mungkin. Apalagi, anak merupakan generasi penerus bangsa.

“Putra putri kita akan menjadi generasi penerus. Kunci untuk menjadi penerus yang handal, ialah pendidikan. Jadi, pendidikan sebagai orangtua kepada anak harus diperhatikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Diarpus Kabupaten Sukabumi Hj. Aisah menambahkan para anak yang mengikuti kegiatan Tandem Baper akan dibagi ke dalam sejumlah kelas. Setiap kelas, akan mempelajari berbagai hal yang diminati anak anak.

“Nanti anak-anak masuk ke setiap kelas yang mereka sukai. Ada kelasa Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan lainnya,” kata Hj. Aisah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, sebagai upaya mengurangi kecanduan gawai. Selain itu, menjadi sarana berkegiatan anak di momen libur sekolah.

“Jadi selama dua hari mereka belajar di kelas, sehari di luar kelas dengan mengunjungi tempat sambil belajar dan bermain,” tandasnya. (darwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button