Talkshow Sejahterakan Sukabumi, Ayep Zaki ajak Bangun Ekosistem Pertanian Sukabumi

elmitra 95 FM September 17, 2022 0
Talkshow Sejahterakan Sukabumi, Ayep Zaki ajak Bangun Ekosistem Pertanian Sukabumi

Radio Elmitra Talkshow – Anggota Bidang Pertanian, Pertanian dan Kemandirian Desa DPP Partai Nasdem Ayep Zaki beberkan program Sejahterakan Sukabumi melalui siaran Talkshow di Radio Elmitra 95 FM, mengusung Tema “Bangun Ekosistem Pertanian Sukabumi”, Jumát (16 September 2022).

Di awal Talkshow, Ayep Zaki yang akrab disapa Aa Zaki berbagi kisah perjalanan hidupnya hingga berhasil dan berkat kegigihannya, Aa Zaki memperoleh penghargaan bergengsi berupa Upakarti dari Presiden RI pada tahun 1997. Waktu itu, penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Tri Sutrisno.

Tak berhenti sampai di situ, Aa Zaki terus membangun dan berkerja untuk terus berperan aktif dalam pengembangan industri nasional. Alhasil, dia mendapat Upakarti dalam kepeloporannya mengembangkan industri nasional dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan tahun 1997 dan pada tahun 2004, Aa Zaki juga mendapat penghargaan yang sama dari Gubernur Jawa Barat atas kepeloporannya.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dan situasi kondisi guna tercapainya cita-cita bersama UMKM, pada tahun 2015 lahirlah Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dengan tujuan menjadi payung hukum bagi tercapainya dwi-program utama yakni pemberdayaan UMKM dan kegiatan pendidikan dalam keikutsertaan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari berbagai ekosistem yang ada, saat ini Aa Zaki fokus pada pembangunan Ekosistem pertanian karena dinilai merupakan hajat hidup orang banyak.

“disini ada 221 ribu hektar lahan pertanian, dan mayoritas orang sukabumi lebih pada pertanian, sehingga jadi kenapa mengambil sektor pertanian karena sektor pertanian di sukabumi hajat yang paling banyak,” ungkapnya.

Aa Zaki menyebut kegiatan  program Pembangunan Ekosistem Pertanian Sukabumi sudah dijalankan sejak Januari 2022 dan sekarang sudah menyebar di wilayah Sukabumi.

“kemarin sudah closing tahap pertama diatas 100 hektar , di musim tanam kedua bulan oktober – November 2022 kita targetkan juga diatas 100 hektar,” ucapnya.

“dan nanti di tahun 2023 kita juga akan tingkatkan dengan target sampai dengan desember 2023, paling tidak closing di 2 ribu hektar,” ujarnya.

Aa Zaki menegaskan upaya yang dilakukannya merupakan miniatur atau sample  dalam membangun Ekosistem pertanian di sukabumi.

“yang menjadi program pertama Pajale (Padi Jagung Kedele), dari Pajale ini yang paling pertama kali adalah jagung, khusus untuk kedele kita akan membackup program sehingga untuk kedele ditanam di sukabumi dari program pemerintah, kita akan menjadi offtaker (pembeli) di kebon,” jelasnya.

Lebih lanjut Aa Zaki mengatakan Program Pembangunan Ekosistem Pertanian Sukabumi melibatkan pemerintah, kelompok tani dan masyarakat terkait.

“gabungan kelompok tani  disitu mereka punya lahan, baik itu lahan garapan, lahan hak milik atau alih fungsi lahan dari perkebunan oleh masyarakat, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

“kemudian regulasi pemerintah itu yang diharapkan, perbankan, dinas pertanian termasuk kementrian pertanian, semuanya terlibat bersama-sama karena saya tidak mungkin berhasil dan tidak mungkin ada itu program ekosistem kalau tidak bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat yang terkait,” tegasnya.

Disinggung alasan membangunan Ekosistem Petanian Sukabumi, Aa Zaki menambahkan sesuai statistik sosial pyramid basis yang paling bawah atau ranking ke-7 dari atas yang paling banyak adalah pertanian.

“manusia hidup yang paling banyak di pertanian, artinya tingkat kemiskinan yang paling banyak di sektor itu buruh tani, bayangkan buruh tani dan itu harus kita tingkatkan penghasilan mereka,” tandasnya.

Diakhir talkshow Aa Zaki berpesan kepada masyarakat sukabumi khususnya para petani untuk tetap menghadapi hidup ini dengan semangat, fokus dan riang gembira.

“masalah selalu pasti ada dan kita cari solusinya, untuk sukabumi sektor pertanian sudah solusinya bersama Ayep Zaki dan tim,” ajaknya.

“mari mulai kita bekerja hari ini, terus menerus karena sektor pangan pertanian adalah hajat kita selama-lamanya,” pungkasnya.

Editor : D1aJA

Leave A Response »