Resiko Perawat sebagai Garda Terdepan Dimasa Pandemi Covid-19

elmitra 95 FM Februari 18, 2021 0
Resiko Perawat sebagai Garda Terdepan Dimasa Pandemi Covid-19

Radio Elmitra Talkshow – Radio Elmitra 95 FM mengadakan talkshow bersama Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi, H. Masykur Alawi S.Kep, MKM sebagai narasumber membahas tema, “Resiko Perawat sebagai Garda Terdepan Dimasa Pandemi Covid-19” Rabu (17/02/2021).

Dalam kesempatan talkshow tersebut H. Masykur Alawi mengakatan, PPNI merupakan sebuah organisasi profesi perawat yang keberadaan-nya dimulai dari level Pusat, level Provinsi, level Kabupaten, dan level wilayah atau Dewan Pengurus Komisariat.

H. Masykur juga menjelaskan peran PPNI dimasa pandemi Covid-19. Menurutnya, PPNI punya tanggung jawab memastikan dan menjamin keamanan dan keselamatan semua anggotanya. Salahsatunya dengan membagikan APD dan terus mengadvokasi para pemangku kebijakan seperti Dinas Kesehatan, rumah sakit – rumah sakit dan puskesmas agar bisa menjamin para perawat bekerja dalam keadaan prima.

Sementara untuk jumlah seluruh perawat di Kabupaten Sukabumi, menurut H. Masykur, ada dikisaran 2.150 perawat, tersebar di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan perusahaan-perusahaan. Dan untuk perawat yang sudah memiliki nomor induk registrasi anggota ada di angka 1.900an.

Lebih lanjut H. Masykur menerangkan resiko apa saja yang dialami oleh para perawat selama menangani pandemi covid-19. Resiko terbesar yang paling banyak dialami oleh perawat menurut H. Masykur adalah tertular Covid-19.

“Karena perawat itu nakes yang terdepan dan terlama bersama pasien, otomatis resiko tertularnya juga semakin besar.” Ujar H. Masykur

Adanya pandemi Covid-19 ini juga membuat PPNI harus menghadapi tantangan terberat, karena para perawat harus siap berjuang di garda terdepan untuk masyarakat.

“Bayangkan, ketika semua orang menghindari virus korona ini, sementara perawat itu harus mendekat, harus merawat pasien yang terkonfirmasi salahsatunya. Itu mungkin tantangan terbesar bagi kami.” Tutur H. Masykur

Dimasa pandemi  covid-19, PPNI Kabupaten Sukabumi juga selalu mengajak para nakes dan masyarakat umum untuk selalu menta’ati dan menjalankan protokol kesehatan. PPNI terus melakukan berbagai upaya, baik itu dengan cara persuasif atau pun dengan ketegasan-ketegasan seperti pemberian sanksi atau denda yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalau pun masih ada yang belum begitu ta’at terhadap protokol kesehatan ini, kami selalu berupaya bagaimana mencontohkan, menggambarkan resiko tertularnya covid-19 ini.” Ujar H. Masykur

H. Masykur juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan berupa insentif kepada para perawat selama menangani pandemi covid-19. H. Masykur berharap insentif ini bisa terus diberikan kepada para perawat secara berkelanjutan dan proporsional.

Sebagai ketua PPNI Kabupaten Sukabumi, H. Masykur juga mengajak anggota PPNI dan para perawat untuk selalu tetap semangat dan tetap melaksanakan prinsip perawat, yaitu aman diri. H.  Masykur juga menginstruksikan kepada seluruh perawat untuk selalu menjadi role model untuk pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah

“Masyarakat tolong bantu kami untuk bisa secepatnya keluar dari pandemi ini dengan selalu menta’ati protokol-protokol kesehatan. Jangan sampai kami bekerja sendiri tanpa ada bantuan dari masyarakat.” Pungkasnya.

Script Writer : Reynaldi Prasetya

Leave A Response »