REMAJA MENOLAK PERKAWINAN ANAK

elmitra 95 FM September 10, 2018 0
REMAJA MENOLAK PERKAWINAN ANAK

PKBI Sukabumi dan Aliansi Remaja Indonesia Sukabumi menggelar talkshow di Radio Elmitra 95fm Sukabumi dengan tema pembahasan “Remaja, Berdaya, Bermakna, Stop Child Marriege”. Hadir sebagai narasumber Siti Syarifah (PKBI Sukabumi), Mia Andini, Sida Siddikah Tahirah dan Wildan (ARI), talkshow tersebut dikawal oleh Announcer Respi raos saputri.

WhatsApp Image 2018-09-10 at 17.29.04

Siti Syarifah (PKBI Sukabumi) menyampaikan “Penyebab perkawinan anak diantaranya, Sering ada anggapan untuk mengurangi atau meringankan beban ekonomi keluarga untuk menghindari kenakalan remaja yang sering terjadi seperti tauran, narkoba, seks berisiko dapat di selesaikan dengan menikahkan mereka di usia anak/sekolah. Sebetulnya sudahka hhal ini tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kondisi sosiopsikologis masyarakat tentang anggapan PEREMPUAN yang berusia 20+ dan belum menikah dianggap perawan tua, sehingga mendorong keluarga untuk menikahkan anak perempuannya demi menghilangkan stigma tsb. Perjodohan keluarga dibeberapa daerah masih berlaku  sebagai landasan untuk menikahkan anak perempuan mereka dengan laki laki pilihan keluarga yang dianggap sudah mapan, baik dan sukses”.

Sementara itu, Sida Siddikah Tahira menambahkan “perkawinan di usia anak berdampak besar pada perkawinan anak itusendiri. anak PR usia 10-14 tahun memiliki resiko 5 kali lebih besar untuk meninggal dalam kasus kehamilan dan persalainan dari pada perempuan usia 20-24. Ke tidak siap secara psikologis untuk menjalankan peran sebagai ibu dan istri menyebabkan tingginya angka perceraian dan permasalahan ekonomi, Putus sekolah dan kekerasan”.

Mia Andini menambahkan “Untuk mencegah terjadinya pernikahan anak perlu kerja sama dari semua pihak bukan hanya anak itu sendiri atau orang tuanya saja. Dimulai dari pemerintah sebagai pemegang kebijakan perlu membuat dan melakukan kerja sama dalam upaya mencegah dan menolak pernikahan anak. Kemudian sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat menerapkan pola pendidkan yang ramah anak diantaranya dengan menghilangk anaturan DO dan membukaruangan konseling bukan hanya untuk anak anak “bermasalah” namun juga untuk semua siswa yang membutuhkan bimbingan konseling atau bimbingan psikologis dan tetntunya masih banyak cara cara pencegahannya yang mesti semua lakukan”.

Diakhir segmen narasumber menyimpulkan, Pernikahan anak seperti rantai yang akan terus berulang dalam kehidupan masyarakat kita. Relevansinilai pada dewasa ini perlu dikedepankan sebagai bagian dari suara remaja yang juga salah satu unsure masyarakat itu sendiri. Apa yang menjadi nilai selama ini di masyarakat mengenai keabsahan menikah di usia anak harus disesuaikan dengan keadaan zaman yang menuntut lain dari pada sekedar pemenuhan hak secara ekonomi dan social semata, tapi juga aspek psikologis dan kesehatan harus juga di perhitungkan.

 

Leave A Response »