Percepatan Kurikulum Merdeka di Sukabumi Pulihkan Learning Loss Pasca Pandemi

elmitra 95 FM Agustus 5, 2022 0
Percepatan Kurikulum Merdeka di Sukabumi Pulihkan Learning Loss Pasca Pandemi

Radio Elmitra News – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menerima kunjungan kerja (Kunker) Pimpinan Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat pada Kemendikbud Riset dan Teknologi, Kamis (04/08/2022).

Kunker yang dilangsungkan di Gedung Pendopo Sukabumi, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus bentuk implementasi Kurikulum Merdeka yang diinisiasi Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Kabag Umum BBPMP Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo, kepada awak media mengatakan, melalui kunker ini diharapkan dapat terhimpun informasi terkait dukungan terhadap penerapan kurikulum merdeka.

Menurutnya dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat, BBPMP melakukan kunjungan kerja di 3 kabupaten di Jawa Barat meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi dan Pangandaran.

“Dibutuhkan banyak informasi tentang praktek yang telah dilaksanakan terkait kurikulum merdeka dan juga kebijakan yang digulirkan sebagai pendukungnya,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyampaikan bahwa sejak tahun ajaran 2021/2022 kurikulum merdeka yang sebelumnya masih dikenal sebagai kurikulum prototipe saat ini telah diimplementasikan hampir di seluruh sekolah penggerak dan SMK pusat unggulan.

Kurikulum Merdeka merupakan sistem pembelajaran paradigma baru, menurut Ade Suryaman, mulai tahun 2022 kurikulum ini dapat diterapkan di seluruh satuan pendidikan meski bukan sekolah penggerak.

“Implementasi kurikulum merdeka pada tahun ajaran2022/2023 ada tiga opsi yaitu mandiri belajar, mandiri berubah dan  mandiri berbagi,” ungkapnya.

Lebih jauh Sekda Kabupaten Sukabumi meminta Kemendikbud- Ristek melalui BBPMP Provinsi Jawa Barat membantu Pemkab Sukabumi dalam penerapan kurikulum merdeka.

“Kami berharap dalam penyelesaian persoalan beberapa PTK yang belum login dan melakukan pembelajaran mandiri, hingga upload aksi nyata di platform merdeka mengajar (PMM) pada lingkungan dinas pendidikan Kabupaten Sukabumi bisa meningkat,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, M Solihin, melalui Kasi Pendidikan Anak Usia Dini, Elis Saja’ah menyatakan, meski terdapat sejumlah kendala, namun dipastikan Kurikulum Merdeka dapat terealisasi secara menyeluruh di Kabupaten Sukabumi.

“Ada beberapa hal kendala salah satunya jaringan internet yang masih belum stabil di beberapa desa, ini menjadi salah satu faktor kenapa pergerakan di Sukabumi agak sedikit lambat,” ujarnya.

“Namun dengan beberapa hal yang telah kita lakukan, Kabupaten Sukabumi akan naik terus peringkatnya,” ucapnya.

Untuk lebih mendorong percepatan Kurikulum Merdeka, Elis menyatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi secara masif memberikan pemahaman dan sosialisasi baik kepada Sekolah, Pengawas dan Penilik sebagai kepanjangtanganan Dinas Pendidikan.

“Kita juga melakukan coaching klinik untuk menampung permasalahan dari lembaga pendidikan yang merasa kesulitan di lapangan. Kita juga terus berkoordinasi dengan BBPMP sebagai lembaga yang memantau pergerakan implementasi Kurikulum Merdeka,” bebernya.

Jelaskan maksud Kurikulum Prototipe yang saat ini masih dipergunakan di sejumlah Sekolah, menurut Elis Saja’ah, saat ini masih diberikan kelonggaran dan alternatif pilihan kepada Sekolah untuk menerapkan kurikulum 2013, kurikulum darurat, atau kurikulum merdeka mengajar.

“Tentu kedepan kita dihadapkan bahwa Kurikulum Merdeka ini merupakan suatu upaya untuk memulihkan learning lostselama pandemi terjadi. Jadi untuk relevansinya dengan kurikulum yang sekarang diharapkan muncul kesadaran seluruh Sekolah untuk menggunakan kurikulum ini,” jelasnya.

Kurikulum Merdeka nantinya akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD, Sekolah Dasar, maupun SMP.

Kasi PAUD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan jika konsep Kurikulum Merdeka Mengajar telah sejak lama diterapkan di jenjang pendidikan usia dini. Hanya saja menurut Elis, penamaan Kurikulum Merdeka menjadi sesuatu hal yang baru sementara konsep belajar mengajar sebenarnya telah sesuai dengan kurikulum tersebut.

“Untuk PAUD sebenarnya Kurikulum Merdeka Mengajar ini telah kami terapkan secara real, dalam kurikulum ini mengajarkan bagaimana anak mengalami pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata di lapangan dan itu sebenarnya telah kami lakukan, hanya judulnya saja yang berbeda sekarang menjadi kurikulum merdeka mengajar.” pungkasnya.

Editor : D1aJA

Leave A Response »