KPI Jawabarat “Perempuan Harus Mampu Berdaya”

elmitra 95 FM December 7, 2017 0
KPI Jawabarat “Perempuan Harus Mampu Berdaya”

Elmitra95FM,- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Jawabarat merupakan salah satu organisasi untuk melindungi hak-hak perempuan. Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi didirikan pada Mei 1998 dengan tujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis, sejahtera dan beradab. Organisasi perempuan ini berbasis pada keanggotaan individu dan hingga akhir 2013 telah memiliki lebih dari 38 ribu anggota yang terdiri dari 18 kelompok kepentingan pada tingkat akar rumput di 900 desa/komunitas di 24 provinsi.

Kamis, (7/12/2017) KPI Wilayah Jawa Barat melakasanakan Talkshow di Radio Elmitra 95 FM membahas mengenai Program Penghentian Perkawinan Anak di Jawa Barat dalam kampanye HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Zahra Selaku Staff Penguatan Organisasi KPI Jawa Barat sekaligus mewakili Sekretaris Wilayah KPI Jawa Barat, Ibu Laeli Sebagai Staff Keuangan KPI Jawa Barat, Ibu Reni Sebagai Dewan Kelompok Kepentingan Lajang yang Sekaligus mewakili Sekretaris Cabang KPI Sukabumi dan Ibu Rina dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

1

Keempat Narasumber menjelaskan bahwa Koalisi Perempuan Indonesia bertujuan untuk memperjuangkan terpenuhinya hak-hak perempuan di bidang Politik, Ekonomi, Hukum, Seksual, Reproduksi, Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya serta Lingkungan Hidup. Namun dalam hal ini KPI Jawa Barat sedang konsen kepada Penghentian Perkawinan Anak di Jawa barat.

Ibu Zahra Mengatakan “kami selaku KPI ingin memperjuangkan hak-hak seksual dan reproduksi perempuan tanpa diskriminasi termasuk kebebasan dalam menentukan pasangan, pilihan orientasi seksual, menjalankan kehidupan seksual yang aman, dan menyenangkan (rekreatif), menikah atau tidak menikah, mengandung atau tidak mengandung, melahirkan atau tidak melahirkan, menyusui atau tidak menyusui, menentukan jumlah anak dan jarak kelahiran atau yang lainnya yang berkaitan dengan otonomi tubuh.”

Di akhir talkshow Narasumber menutup pembahasan dengan tagline semangat “Stop Perkawinan Anak”.

Leave A Response »