Kemenkes RI visitasi Penilaian RS Pendidikan di RSUD Sekarwangi

elmitra 95 FM Agustus 3, 2022 0
Kemenkes RI visitasi Penilaian RS Pendidikan di RSUD Sekarwangi

Radio Elmitra News – RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi dalam waktu dekat akan meraih predikat sebagai Rumah Sakit Pendidikan, pasalnya Rumah Sakit milik Permeintah Daerah Kabupaten Sukabumi ini dinilai telah memenuhi standar untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penilaian dari Kemenkes RI  dr. Wiwi Ambarwati melalui Zoom Meeting diakhir kegiatan visitasi penilaian terhadap RSUD Sekarwangi, sebelum disahkan sebagai RS Pendidikan, Selasa (02 Agustus 2022).

Selama proses visitasi penilaian, Ketua Tim Penilaian dari Kemenkes RI dr. Wiwi Ambarwati mengatakan, dirinya menyambut baik kegiatan ini. Sebab, pentingnya penetapan rumah sakit pendidikan bagi pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan profesi kedokteran di masa yang akan datang.

“Rumah Sakit bisa menjadi Rumah Sakit Pendidikan setelah memenuhi persyaratan dan standarnya,” tuturnya.

Selain itu, Rumah Sakit Pendidikan harus mampu menjalankan peran penyelenggaraan pelayanan berkualitas. Termasuk pendidikan inovatif, pengembangan ilmu dan teknologi, serta melaksanakan penelitian.

“Dalam verifikasi rumah sakit pendidikan, Kementerian Kesehatan RI melibatkan sejumlah asosiasi terkait,” tandasnya.

Sementara Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Gatot Sugiharto, kepada awak media mengatakan, visitasi penilaian menjadi  sangat penting sekaligus momentum berharga.

Menuruntnya fungsi Rumah Sakit dewasa ini tidak hanya sebatas sarana pelayanan masyarakat, namun sekaligus menjadi sarana pendidikan.

Lebih jauh menurut dr. Gatot, meski belum menerima status RS Pendidikan dari Kemenkes, sudah sejak lama RSUD Sekarwangi menjadi lokasi tempat mematangkan para pelaku kesehatan seperti Dokter, Bidan, Perawat, Farmasi maupun tenaga analis kesehatan lainnya.

“Sebenarnya sudah sejak lama sejak RS ini didirikan, banyak orang yang belajar disini khususnya tenaga kesehatan. Kita sudah melaksanakan proses pendidikan sejak tahun 2012,” ucapnya.

“RSUD Sekarwangi sudah sejak lama dijadikan tempat belajar Mahasiswa. salah satunya dengan (Mahasiswa) Fakultas Kedokteran dan Kesehatan  Universitas Muhammadiyah, Jakarta,” ujarnya.

dr. Gatot menyebut, RS milik Pemkab Sukabumi telah memenuhi standar rumah sakit pendidikan, baik secara administratif maupun sarana penunjang.

“Kita itu Rumah Sakit Tipe B, satu tingkat dibawah RS tipe A. Kelengkapan sarana prasara lengkap, termasuk dokter spesialis kita lengkap, bahkan ada dokter spesialis yang tidak dimiliki RS lain, salah satunya dokter spesialis vaskuler bedah khusus saluran darah di Sukabumi hanya ada disini,” ungkapnya.

“Untuk prasarana pendidikan lain kita sudah miliki lab, perpustakaan, hingga berbagai penunjang lainnya. Jadi, mahasiswa hadir untuk menimba ilmu sekaligus berpartisipasi dalam praktek pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Proses akreditasi RS Pendidikan bagi RSUD Sekarwangi saat ini sedang diperjuangkan, namun demikian dr. Gatot menyebut ratusan mahasiswa kedokteran pernah menimba ilmi di Rumah Sakit Umum Daerah ini.

“Mahasiswa kedokteran sudah hampir 500 orang yang dididik di sini. Mereka sekarang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Seperti di Kalimantan, Jambi, dan lainnya,” imbuhnya.

dr. Gatot berharap, status RS Pendidikan dapat segera tercapai guna lebih meningkatkan fungsi pendidikan di RSUD Sekarwangi.

“Ketika semua itu terwujud, kita akan amanah dan mensyukuri menjadi institusi untuk mendidik. Semoga kita semakin handal dan mumpuni lagi dalam mendidik,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Pengembangan Evaluasi dan SMIRS yang juga Pembina Kordik  (Koordinasi Pendidikan) RSUD Sekarwangi Yuni Sri Heryanti menambahkan Rumah Sakit tipe B tidak hanya berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Optimis raih akreditasi RS Pendidikan dari Kemenkes, Yuni memastikan selain persyaratan telah terpenuhi, Rumah Sakit yang telah sejak lama menjadi lokasi pendidikan bagi pelaku medis menjadi nilai tambah bagi RSUD Sekarwangi memuluskan predikat Rumah Sakit Pendidikan tercapai.

“Sebetulnya RSUD Sekarwangi sudah berkiprah menjadi Rumah Sakit Pendidikan sejak tahun 2012 dan sudah dirintis sejak tahun 2016, tetapi proses untuk mendapat izin dari Kementrian Kesehatan baru hari di proses. Mudah mudahan mendapat hasil terbaik, (sehingga) RSUD Sekarwangi mendapat izin dari Kemenkes sebagai Rumah Sakit Tipe B plus Pendidikan,” terangnya. .

Setelah akreditasi berhasil diraih, RSUD Sekarwangi menjadi Rumah Sakit satu-satunya di Sukabumi yang menyandang predikat RS Pendidikan, menurut Yuni ada 3 keuntungan setelah predikat RS Pendidikan dicapai.

“Selain adanya peningkatan pelayanan kesehatan, kami juga bisa memberikan upaya pendidikan dan penelitian di RSUD Sekarwangi,” tambahnya. .

RSUD Sekarwangi senantiasa meningkatkan mutu layanan, sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak.

“Diperlukan dukungan Pemerintah terhadap pemenuhan sarana dan prasarana sehingga RS Sekarwangi bisa lebih berkembang, baik secara fungsi pendidikan dan penelitian, maupun layanan kepada masyarakat, akan lebih baik lagi,” bebernya.

“Dukungan tidak hanya dari pemerintah, tetapi dari seluruh Unsur. Unsur pendidikan juga karena jika sudah menjadi RS Pendidikan yang berizin, tentu kami bisa melakukan MoU tidak Hanya dengan fakultas kedokteran saja tapi dengan fakultas kesehatan lainnya sehingga akan lebih berkembang,” tegasnya.

Hanya tinggal menunggu tahap akhir, Yuni berharap dalam waktu dekat ini Kemenkes resmikan RSUD Sekarwangi sebagai RS Pendidikan.

“Seluruh dokumen kelengkapan telah dikirimkan, tinggal menunggu satu minggu kedepan apabila ada (dokumen) perbaikan, selanjutnya tinggal menunggu keputusan,” pungkasnya.

Editor : D1aJA

Leave A Response »