JKN-KIS Manfaatnya Tidak Ternilai

elmitra 95 FM September 11, 2019 0
JKN-KIS Manfaatnya Tidak Ternilai

Sukabumi, Jamkesnews ;Terbayangkah saat kita harus menjalani rawat inap di waktu yang sama sang istri sedang berjuang melahirkan buah hati?.Itu yang dirasakan oleh Gandar Pratama Ramadan (32),peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi. Ia berbagi ceritanya kepada tim Jamkesnews.

Bermula di satu malam pertengahan tahun 2018 lalu Gandar merasakan sesak yang teramat sakit di bagian dada. Di temani keluarga dekat serta istrinya yang sedang hamil besar Gandars egera ke unit gawat darurat(UGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

“Alhamdulillah dari awal saya masuk UGD tidak mengkhawatirkan administrasi, istri saya cukup menyerahkan kartu JKN-KIS dan pelayanan yang saya dapatkan cepat sesuai kondisi saya saat itu” ujarGandar.

Setelah melewati observasi dokter di UGD ternyata masalahanya ada di jantung dan Gandar harus menjalani rawat inap. Mencoba untuk tenang dalam kondisi sakit tetap Gandar tunjukan karena Ia tidak mau membuat istrinya tersebut kalut mengingat kondisinya yang sedang menghitung hari menunggu lahirnya putra kedua mereka.

Nyeseknyadouble, sakit fisik sudah pasti ditambah inget istri lagi hamil. Khawatir saya tidak bisa menemani saat lahiran nanti” ungkap Gandar.

Hal ini diketahui oleh istrinya, Santi Susanti (33), tetapi sama seperti suaminya tersebut Ia berupaya untuk tidak cemas dan turut memberikan semangat agar Gandar segera pulih. Setelah memastikan suaminya nyaman beristrahat dibawah pengawasan petugas rumah sakit., Santi pun pulang untuk beristirahat.

Ternyata hari kedua Gandar di rumah sakit, Santi merasakan tanda–tanda akan nmelahirkan. Ia memilih untuk melahirkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama keluarganya terdaftar yaitu Puskesmas Cireunghas. Sesuai dengan yang diharapkan, pelayanan persalinan dengan menggunakan JKN-KIS,Ia rasakan sangat baik dan memuaskan. Tidak memakan waktu lama untuk pemulihannya pun cepat dengan petugas–petugasnya yang ramah melayani.

“Syukur Alhamdulillah,saya sudah tidak bisa ngomong apa-apalagi, sangat terharu pasti. Saat kondisi saya yang tidak bisa menemani langsung, istri melahirkan dengan selamat. Selain keluarga ada JKN-KIS juga yang siaga mendampingi kami” kata Gandar.

“Dan tidak ada biaya yang harus kami keluarkan, semuanya terjamin oleh JKN-KIS”tambahSanti.

Mengingat pengalamannya tersebut Gandar dan Santi sangat berterimakasih kepada sesama peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar premi setiap bulannya. Karena dengan iuran tersebut dapat membantu peserta lain yang membutuhkan. Tidak lupa Gandar juga mengajak masyarakat lain yang masih ragu akan manfaat JKN-KIS, untuk menepis keraguan dan turut menyukseskan program ini dengan menjadi peserta JKN-KIS.

“Tidak usah ragu menjadi peserta JKN-KIS, manfaatnya tidak ternilai” ujarGandar. (DA/ne)

Leave A Response »