Hati-Hati, Difteri di Sekitar Kita

elmitra 95 FM December 19, 2017 0
Hati-Hati, Difteri di Sekitar Kita

Seiring merebaknya wabah Difteri di beberapa Provinsi, Kota/Kabupaten di Indonesia, secara cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan menjaga kesehatanya yaitu  melalui  Talkshow di Radio Elmitra selabintana Sukabumi Selasa, 19 Desember 2017. Adapun yang menjadi narasumber  yaitu Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dr. Rika Mutiara, talkshow tersebut dikawal langsung  oleh penyiar muda Syarah Raos Sihombing & Firman Raos Cassanova.

dr. Rika Mutiara mengatakan “Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sudah menyatakan wabah difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah Difteri ini bisa menular dan dapat menyebabkan kematian namun masih bisa dicegah dengan melakukan imunisasi. Bagi masyarakat yang menemukan gejala penyakit tersebut, disarankan agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan mendapatkan vaksin DPT”.

difteri 5

Selain itu dr. Rika  Mutiara  menerangkan “tanda-tanda seseorang terkena wabah difteri yang paling menonjol adalah pada tenggorokan dan mulut seperti Tenggorokan dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu, Radang tenggorokan dan serak, Pembengkakan kelenjar pada leher, Masalah pernapasan dan saat menelan, Cairan pada hidung, ngiler, Demam dan menggigil, Batuk yang keras, Perasaan tidak nyaman, Perubahan pada penglihatan, Bicara yang melantur dan Tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat. Difteri ini disebabkan oleh Corynebacterium, yaitu bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi”.

dr. Rika Mutiara mengatakan “dua warga Kabupaten Sukabumi telah dinyatakan terserang wabah Difteri, Satu balita yang dirawat di RS Pelabuhanratu dan satu orang tua dirawat di BLUD RS Sekarwangi dan Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi sudah melakukan langkah pertolongan medis kepada korban”.

Pada akhir segmen dr. Rika Mutiara mengatakan “Cara terbaik mencegah difteri adalah dengan vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan. anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia 2 bulan, S/D, 18 bulan, dan usia 4-6 tahun. Untuk anak usia di atas 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali,  juga termasuk untuk orang dewasa.

Leave A Response »