DP3A Kabupaten Sukabumi Memantau Pelaksanaan Outdoor Clasroom Day dan Gelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak Di SMP N 1 Sukaraja.

elmitra 95 FM November 6, 2018 0
DP3A Kabupaten Sukabumi Memantau  Pelaksanaan Outdoor Clasroom Day dan Gelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak Di SMP N 1 Sukaraja.

Dalam rangka memperingati Perayaan Hari Anak Internasional yang di peringati setiap Bulan November, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi Drs. Nasihuddin, MM., dan Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3A Kabupaten Sukabumi Dra. Neni Nuryati, M.M.Pd., beserta jajarannya memantau/memonitoring Pelaksanaan Kegiatan “Outdoor Clasroom Day”, Bertempat di SMPN 1 Sukaraja yang juga dilaksanakan Secara serentak di seluruh Indonesia, pada Kamis, 01 November 2018.

3

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Sekolah DR. Hj. Lilik Hikmatulaliah, beserta jajarannya dan seluruh para Siswa dan Siswi SMPN 1 Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penandatanganan dan pembacaan Deklarasi Sekolah Ramah Anak. kepala sekolah SMPN 1 Sukaraja dengan seluruh jajarannya begitu konsen dan komitmen terhadap kegiatan ini.

6

Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3A Kab. Sukabumi Dra. Neni Nuryati, M.M.Pd., mengatakan “Kegiatan Outdoor Clasroom Day ini adalah tindak lanjut surat dari Kementerian PPPA kepada DP3A Kabupaten Sukabumi bermaksud akan menyelenggarakan salah satu kebijakan yang telah disusunnya berupa Sekolah Ramah Anak yang bertujuan untuk dapat memenuhi, menjamin, melindungi hak anak dan kemampuan anak, serta memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian”.

Selain itu, Dra. Neni Nuryati, M.M.Pd menyampaikan “adapun isi/poin Deklarasi Sekolah Ramah Anak yaitu, Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab. mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan peserta didik. Menghargai hak-hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus menjadi sahabat bagi peserta didik. Menciptakan sekolah bebas dari vandalisme, kekerasan fisik dan non fisik. Menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok, minuman keras dan napza. Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidikan setelah keluarga. Menciptakan lingkungan sekolah bebas pornografi dan pornoaksi”.

Leave A Response »