Angelibi Sindir Para Gadun Lewat Lagu Dangdut

elmitra 95 FM Januari 17, 2019 0
Angelibi Sindir Para Gadun Lewat Lagu Dangdut

Angelibi adalah mantan peserta ajang pencarian bakat beberapa waktu lalu di sebuah Televisi swasta nasional. Sebutlah Primadona pada tahun 2016  , Perempuan kelahiran Jakarta, 27 November 1985 ini sudah mulai menyanyi dari semasa ia kecil dan sering mengikuti lomba – lomba nyanyi. Setelah sempat mencoba ranah pop, penyanyi cantik Angelibi memutuskan untuk banting stir ke industri dangdut. Belum lama ini, Ia merilis single dangdut perdana yang berjudul Gadun Blewer atau Gawer.

WhatsApp Image 2019-01-17 at 15.24.58(3)

Pada awalnya Angelibi mencoba membuat  lirik lagu dan nada, namun setelah berjalan angelibi dibantu oleh Ricky Sonet2 untuk Music Arangement dan sedang menyiapkan lagu – lagu berkualitas lainnya untuk dipersembahkan saat yang akan dating.

Tema lagu Gadun Blewer dipilih Angelibi karena fenomena om-om hidung belang sering ditemuinya di kehidupan sehari-hari. Harapannya, lewat lagu ini, para wanita bisa lebih aware untuk berhati-hati terhadap para pria hidung belang tersebut.

“Iya benar, judul lagu ini suami saya yang menamakan. Kawan-kawan saya sering cerita jika mereka suka ketemu dengan Gadun Blewer. Buat saya cerita ini menjadi realita kehidupan sehari-hari dan sering dialami oleh cewek-cewek zaman sekarang. Tentunya harapan saya seperti itu. ya. Minimal bisa mewakili kegundahan cewek-cewek zaman now,” tambahnya.

Dangdut bukanlah zona musik yang mudah untuk dieksplor. Seperti diketahui, seorang pedangdut biasanya memiliki cengkok suara khas. Angelibi pun mengaku jika dirinya harus melakukan banyak penyesuaian sebelum benar-benar bisa menyanyikan singlenya yang beraliran koplo itu dengan nyaman. Lalu apa alasan si cantik ini untuk mencoba dangdut?

“Jujur sebelum saya memutuskan terjun ke dangdut, saya pernah rilis lagu berjudul I Love You bergenre pop. Namun, melihat pasar pop cukup berat dan kurang menjanjikan, akhirnya saya memilih dangdut,” pungkas Angelibi.

Leave A Response »