AKURASI PENDATAAN PENURUNAN STUNTING MELALUI APLIKASI e-PPGBM

elmitra 95 FM April 1, 2021 0
AKURASI PENDATAAN PENURUNAN STUNTING MELALUI APLIKASI e-PPGBM

Radio Elmitra News – Asisten Daerah Pemkesra Ade Setiawan membuka Rapat Tim Koordinasi Konvergensi Stunting Kabupaten Sukabumi bertempat di Hotel Selabintanan Sukabumi, Kamis (01/04/2021).

Rakor diselenggarakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dengan memanfaatkan aplikasi    e-PPGBM dihadiri oleh Kabid Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PMM) Bappeda Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin, Kabid Kesehatan Masyarakat Hj. Titin Malikatun Andadari, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Hj. Lilih Resmiati, Ketua Satgas ODF Prasetyo dan diikuti oleh 58 orang Kepala Puskesmas se-kabupaten Sukabumi.

Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) merupakan aplikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengakuratkan pendataan dan pelaporan gizi di posyandu, puskesmas sebagai bentuk surveilans gizi online yang dapat dijangkau langsung oleh Kabupaten/kota, Provinsi dan Pusat

Asisten Daerah Pemkesra Ade Setiawan mengatakan kegiatan rakor stunting yang dilakukan kali ini terfokus kepada upaya untuk penyajian data yang lebih akurat dan hari ini sudah mulai mengunakan aplikasi e-PPGBM.

“menurut saya aplikasi sudah demikian bagus sehingga kita bisa melihat data perkembangan bayi sudah ada di system” ujarnya.

Ade Setiawan menegaskan pihaknya mendorong kepada para kepala puskesmas untuk input data lebih intensif lagi, termasuk kader dan petugas gizi di masing- puskesmas.

“sebab dengan system pencatatan ini, pihanya berharap bahwa dengan data, input, proses dan pengolahan yang baik  akan menghasilkan kebijakan yang cocok untuk masalah yang dihadapi (stunting)” tandasnya.

Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat Hj. Titin Malikatun Andadari menjelaskan penurunan stunting merupakan aksi konvergensi tidak hanya menjadi masalah kesehatan tetapi harus dilakukan atau di intervensi oleh berbagai stakeholder.

“biasanya disebut pentahelix, jadi pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media berkoordinasi untuk penurunan stunting dibawah koordinasi Bappeda dari mulai penganggaran dan aksi intervensi-intervensi lainnya” ungkapnya.

Hj. Titin Malikatun Andadari menambahkan dengan kegiatan ini diharapkan ada persamaan persepsi mengenai update data untuk aplikasi e-PPGBM.

“supaya semua bisa memahami, ikut memantau dan memberikan intervensi untuk masalah gizi di wilayahnya masing-masing dan mementukan lokus” tegasnya.

Terkait upaya Percepatan Penanganan dan ODF (Open Defecation Free), Ketua Satgas ODF Kabupaten Sukabumi Prasetyo mengungkapkan dirinya diundang untuk menyampaikan upaya percepatan ODF di kabupaten Sukabumi dan juga timeline sampai dengan jamban itu bisa di akses oleh masyarakat  yang belum memiliki jamban sehat.

“kaitan dengan kolaborasi antara puskesmas, petugas kesehatan dengan aparat di wilayah baik desa/kelurahan dan kecamatan, kita berharap memang tidak hanya odf mungkin nanti dengan  stunting dan aki/akb pun sebaiknya dikolaborasikan” pungkasnya

Reporter : Panjul

Leave A Response »